Skip to main content

Posts

Love Theft

"Kali aja kamu yang kebalik. Dia yang asli ya dia yang tersenyum lembut. Yang sekarang itu yang palsu" Coco ~ h.116 Liquor menjadi sosok yang sangat misterius bagi Frea Renata, tak hanya kepribadiannya tetapi juga masa lalunya. Meski cukup lama mengenal Liquor, Renata kerap terkejut saat Liquor mengeluarkan ekspresi tak terduga. . Pria ini pun yang sangat 'dingin' dengan sekitarnya dan menyimpan sosok perempuan di masa lalu yang menyebabkan dirinya seperti saat ini. Untunglah masih ada Night di sekeliling Renata yang menjadi sosok penyeimbang di kala suram melihat Liquor. Tiga sosok inilah yang menjadi tokoh awal utama yang mewarnai kisah Love Thief. Ide yang menarik adalah pengambilan tokoh yang hidup dikelilingi sindikat pencuri yang dimiliki oleh paman Renata. Meski profesi tersebut tidak diperdalam tapi cukup menjadi jembatan menuju konflik berikutnya, pencurian kalung Coco. Pencurian yang mengandalkan teknik 'hipnotis' dari kegantengan Liquor ini, te
Recent posts

Terima Kasih Sudah Merokok

Ceritanya menarik, tentang juru bicara tembakau yang harus menepis segala macam berita negatif yang berkaitan dengan rokok. Nick Naylor kerap berargumen dengan instansi atau komunitas anti-rokok. Sudah pasti tidak mudah karena Naylor harus menepis realita yang memang sudah terbukti. “Pekerjaanku menantang. Seperti yang biasa kami katakan di kantor, ‘Kalau kau bisa menangani tembakau, kau bisa menangani apa saja’” Nick Naylor ~ h.95. Nick yang hampir didepak dari kantornya, tiba-tiba melejit dengan kehadirannya di acara Oprah. Gara-garanya dia harus membangun argumen ketika berhadapan dengan seorang bocah penderita kanker paru-paru. Dan, dia berhasil membalikkan keadaan, yang seharusnya dia sebagai pesakitan, berubah menjadi pahlawan. Lalu, berlanjut saat dia harus hadir di acara Larry King dan mendapat telepon ancaman. Cerita berkembang menjadi misteri dan konspirasi dalam perusahaan saat terjadi penculikan dan penempelan plester nikotin di sekujur tubuhnya yang men

Cut Nyak Dien; Kisah Ratu Perang Aceh

Salah satu nama pejuang wanita yang kerap disebut dalam tulisan/perbincangan sejarah kemerdekaan Indonesia, adalah Cut Nyak Dien. Pejuang wanita dengan kebencian yang meluap-luap terhadap kolonial Belanda, hingga kondisinya yang sudah tidak berdaya pun, sama sekali tidak menyurutkan semangatnya melawan penjajah. Cut Nyak Dien yang ditulis Madam Lulofs, seorang penulis dan jurnalis asal Belanda, berusaha menceritakan akar sejarah dan kehidupan sang ratu perang Aceh ini. Pengalamannya pernah tinggal di wilayah Aceh, memberikan gambaran kondisi alam dan masyarakat yang cukup detail, baik dari pihak kolonial belanda dan rakyat Aceh. Kondisi Aceh diceritakan dengan runut, dari kisah nenek moyang Cut Nyak Dien, Machudun Sati yang berseteru dengan Sultan Jeumaloy, hingga berlanjut anak keturunan Machudun yang berjuang untuk tanah Aceh. Di dalam buku ini, perseteruan tidak hanya antara kolonial dan rakyat Aceh, tetapi antar pemimpin mukim/sagi. “Orang Aceh memang keras hati. Mereka

Ketika Literasi Menggaungkan Suara dari Marjin

Literasi tidak hanya sekadar angka prosentase dari minat baca dalam masyarakat. Pola berpikir inilah yang diangkat Sofie Dewayani dan Pratiwi Retnaningdyah. Melalui tesis keduanya, mereka berbicara bahwa makna literasi menjadi sangat luas ketika dihadapkan pada sosial ekonomi. Mereka mengambil studi kasus dengan pendekatan pada komunitas anak jalanan dan BMI (Buruh Migran Indonesia), atau biasa disebut TKW. Pendekatan etnografik mereka pergunakan untuk meneliti praktik literasi dalam keseharian dua komunitas tersebut, sebagai kelompok marjinal.  "... penelitian etnografik identik dengan upaya peneliti untuk mengaburkan 'jarak budaya' dengan komunitas yang diteliti." ~ h.13. Metode yang mengharuskan Sofie  langsung berhadapan dengan anak jalanan dan Tiwik dengan para BMI, untuk memahami pola kebiasaan dan cara berpikir mereka.  Dua kelompok ini akan dibahas secara bergantian dalam bab 2: Suara dari Jalanan, sampai dengan bab 5: Kapital Budaya dan Teks Kult

Budi Darma Bermain Perasaan Melalui Orang-Orang Bloomington

Orang-Orang Bloomington adalah karya #BudiDarma pertama yang saya baca. Judul buku #BudiDarma ini sudah sering saya dengar, seperti halnya dengan #Olenka. Orang-Orang Bloomington adalah kumpulan cerpen yang mengambil sudut pandang orang pertama, saya, membuat pembaca secara langsung seperti terlibat di dalam ceritanya. Lima dari tujuh cerpen yang sudah saya baca, ternyata meninggalkan kesan. Salah satunya, cerpen Keluarga M, yang berawal dari kebiasaan 'saya' memperhatikan lapangan bermain anak dari jendela apartemennya. Dari situ muncul keingintahuan dari dua anak, kakak beradik yang seringkali bertengkar dengan anak-anak dari penghuni yang lain. Perasaan 'saya' mengenal keluarga M berawal dari kekesalan yang berlanjut kebencian karena mobilnya tergaret paku, lalu imajinasi-imajinasi kebencian berkembang menjadi keinginan melukai dua anak keluarga M, lalu berkembang sampai menciptakan sebuah kondisi yang membuat perasaan 'saya' berubah saat menatap kembali

Mark Twain Blusukan

Kegembiraan Mark Twain seperti tak terlukis, ketika diajak sang kakak ke Nevada, untuk menemaninya selama menjadi Gubernur atau di sebut Tuan Sekretaris. “ Kata ‘perjalanan’ terdengar sangat merangsang bagiku. ” Bayangan blusukan dan kehidupan selama tiga bulan di dunia luar, mematik imajinasinya melihat padang pasir, Indian, binatang liar, dan segala yang dapat memancing adrenalinnya. Rencana tiga bulannya hanya angan semata, karena Mark Twain bertualang selama tujuh tahun. “Sampai hari ini pun masih tergetar hatiku memikirkan perasaan itu---rasa kehidupan, kegembiraan, keliaran kemerdekaan yang membuat darah seakan-akan menari... “ h.47 Mark Twain bercerita tentang awal perjalanan blusukan mereka di atas kereta pos, perjalanan yang memakan waktu sekitar 15 hari. Selama perjalanan, Mark Twain menggambarkan goyangan, hentakan, dan mulusnya jalur yang harus mereka lalui. Juga, bagaimana kereta pos beroperasi selama di perjalanan, pos pemberhentian, pergantian kuda, dan sosok-

Part 3 The House of Hades by Rick Riordan (Done)

"Kini, dia menyadari bahwa ujian terberat bagi anak Athena (Annabeth) bukanlah memimpin misi atau menghadapi maut dalam pertempuran. Ujian terberat adalah membuat keputusan strategis untuk mundur, untuk membiarkan orang lain menanggung bahaya .... Annabeth harus menerima  bahwa dia tidak bisa melindungi semua orang yang dia sayangi." ~ h.556 Akhirnya ... akhirnya ... Mereka semua berhasil menutup Pintu Ajal. Ya iyalah! Tapi proses menuju ke sananya yang membutuhkan perjuangan, pengorbanan, sekaligus memperlihatkan pahlawan pun tak selamanya menjadi jawara. Percy dan Annabeth merasakan betapa lemah tidak berdayanya mereka berada di ranah Tartarus. Kali ini, Percy-Annabeth harus berhadapan dengan sosok humanoid dari Tartarus, bapak para monster. Dan, memutus rantai Pintu Ajal. Sedangkan, Frank dkk bertempur melawan monster yang telah lolos dari Pintu Ajal. Pada bagian ini, saya jadi lebih suka Hazel jadian sama Leo soalnya chemistry-nya lebih dapet, daripada dengan Frank