Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Monday, December 5, 2011

Éclair, Pagi Terakhir di Rusia



Mereka adalah kerlip cerah yang sungguh berarti baginya, bersinar, seperti arti dari eclair sendiri, yang berarti cahaya [h.127]

Stepanych sangat menyadari betapa Sergei, Katya, Kay, dan Lhiver, adalah cahaya bagi hidupnya, saudara dan sahabat-sahabat yang teramat disayanginya. Jelang kematiannya pun, mereka lah yang diinginkannya untuk berada di sampingnya. Sayang, keinginan itu tidak mudah terwujud, mengingat pertengkaran dua tahun lampau, yang membuat mereka semua berpisah dan berjauhan.

Terbakarnya orangtua Lhiver dan Kay, serta Aoife, anak angkat Lhiver, menjadi awal mula pecahnya persahabatan di antara mereka. Kay memutuskan pergi berpindah-pindah negara dan Lhiver hijrah tanpa kabar ke Surabaya, Indonesia, tinggal Sergei dan Katya yang terus setia menemani Stepanych yang akibat kebakaran tersebut menjadi terpuruk hingga membuat penyakit yang dipendamnya semakin menggerogoti tubuhnya. Semakin parahnya penyakit Stepanych membuat Katya memutuskan untuk ‘menjemput’ Kay dan Lhiver, walaupun dia tahu tidak akan mudah untuk dilakukan.

Melihat desain sampul yang cantik dan judul yang membuatku penasaran dengan pesona Rusia apa yang ditawarkan penulis, tak pelak membuat saya memutuskan untuk memilih buku karya Prisca Primasari untuk dibaca. Walaupun tidak terlalu banyak mengeksplor keindahan dari berbagai latar tempat, penulis cukup mampu membawa suasana setiap negara/kota ke dalam cerita, Rusia, Paris, New York, dan Surabaya.

Peran eclair yang tampak begitu besar dalam cerita persahabatan ini, membuat saya penasaran dengan penampakannya. Ternyata oh ternyata, suguhan nikmat bernama eclair ini juga sangat terkenal sebagai salah satu jajanan pasar di Indonesia dengan nama kue sus. Ya! Kue yang menyembunyikan kelembutan vla inilah yang menjadi simbol kuat dalam persahabatan dan kasih sayang yang disuguhkan oleh penulis.



Dalam Eclair; Pagi terakhir di Rusia, penulis mencoba menyandingkan tema persahabatan dengan misteri dan pertualangan detektif, tapi sayangnya, cerita malah terkesan dipaksakan. Terkadang keinginan penulis untuk memberikan efek dramatis malah membuat alur terasa tidak alami, bahkan menurut saya pemecahan kasus terlalu mudah dan perseteruan dengan pengikut Rasputin menjadi bumbu cerita yang tanggung.

Walaupun penulis berkali-kali terlihat berusaha menyatukan konflik persahabatan dan adegan misteri/pembunuhan, tapi tetap seperti ada sekat di antara keduanya. Namun, di sisi lain, salut dengan riset yang dilakukan oleh penulis, sehingga selipan-selipan sastra dan puisi membuat cerita menjadi indah.


Judul: Éclair, Pagi Terakhir di Rusia
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 236 hlm
Bintang: **

:: ingin buku seken/murah bermutu? mampir ke FB Parcel Buku yuk! ::
Share:

2 comments:

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Ibu Pendidik Generasi Islam - “… mendidik seorang wanita itu sama saja dengan mendidik sebuah generasi.” ~ Prakata Penerbit Setinggi apapun pendidikan seorang anak, pengaruh besar...
    5 weeks ago
  • [Ngoceh Buku] Salju Part #3 - #IsiBuku *#SaljuOrhanPamuk* (209/731) . . Semakin berat makna isi dari pemikiran dan dialog Ka, tapi juga semakin menghanyutkan dalam pelitnya konflik. Ma...
    1 month ago
  • Ummu Salamah - “Di antara keutamaan istri-istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah mereka lebih memilih Allah dan Rasul-Nya.” ~ h.19 Berpredikat Ummahatul ...
    1 month ago
  • Teruslah Bertanya … - #CeritaBuku #DuniaSophie ​[511/785] ‘Tapi akan selalu menjadi watak dari akal manusia untuk menanyakan dari mana bola itu berasal. Itulah sebabnya mengapa ...
    4 months ago

Popular Posts

Done!

2017 Reading Challenge

2017 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 100 books in 2017!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20