Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Friday, January 8, 2010

Girl-ism


“Memang susah mengubah Desi jadi cewek,” keluh Dini. [hal 45]

Tomboi. Cewek ndut yang jago silat ini sangat susah jika disuruh menjadi feminim. Bahkan Dini dan Tina, teman dekatnya, harus berjuang keras untuk sekedar membujuknya memakai jepit rambut. Dengan rambut yang setia dikuncir, Desi tetap menolak mentah-mentah segala isme yang disemburkan Tina setiap kali melihat gayanya yang maskulin.

“Cinta adalah satu-satunya kekuatan yang mampu mengubah seorang musuh menjadi seorang teman.” Pepatah Martin Luther King, seorang peraih Nobel Peace Prize ini, mampu menggambarkan perubahan Desi dengan tepat. Permusuhannya dengan kefeminiman berubah seketika saat Agung mulai membuat hatinya berdebar-debar.

Desi rela memakai rok putih berbunga kecil-kecil di bagian bawahnya, meminjam majalah Tina yang menjadi sumber isme-nya dan memakai jepit cantik yang dulu telah ditolaknya mentah-mentah, dan semuanya dilakukan demi Agung, cowok kelas IPA 3 selalu menampakkan lesung pipi ketika tersenyum. Walhasil sekelas heboh melihat perubahan Desi, “premannya udah jadi cewek.”

Ending cerita mudah ditebak, tetapi penyampaian penulis yang bernama sama dengan si tokoh, Desi Puspitasari, terasa pas dengan dunia remaja. Penggambaran kehidupan SMU terbilang seru seperti ketika berlangsung aksi menyontek dengan ketegangan dan ketrampilan para remaja di ujian latihan UAN atau saat mereka berhiruk pikuk dengan pertandingan bola antara kelas.

Girl-ism adalah 10 paham mengenai cara menjadi cewek sejati, tetapi sejauh yang dibaca, isme tersebut tidak disinggung dengan tuntas, malahan menambah isme-isme yang lain. Hal ini membuat cerita terasa kurang kuat. Bisa jadi cerita akan lebih menancap pada pembaca, jika lebih difokuskan pada Girl-ism itu sendiri.

Poin plus yang didapat dari buku ini adalah karakter Desi, yang memiliki kemampuan untuk memprioritaskan kegiatan sekolahnya yang bejibun. Karakter yang terbilang jarang, mengingat remaja hedon dan tak berkarakter semakin menumpuk.

Judul : Girl-ism
Penulis : Desi Puspitasari
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Pertama, 2009
Tebal : 205 halaman
ISBN : 9789792251364

Share:

22 comments:

  1. Girl-ism. Cerita ringan yang kayaknya pas banget nih untuk konsumsi remaja hedon.

    ReplyDelete
  2. ane cowok hehehe mungkin cocok buat temen slam yang tomboy...

    ReplyDelete
  3. penerbitnya gramedia ya mbak? coba henny search di gramedia-online ya..siapa tahu bisa dipesan antar :)

    ReplyDelete
  4. kalo dah jatuh cinta pasti berubah hihihi....

    ReplyDelete
  5. wah, ini tho novel yang dibaca temen mbak..??? penasaran. Tapi, Sinta dah review, gak usah baca dueh.. :)

    ReplyDelete
  6. Review mantap. Sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang rada tomboi. Nice post.

    ReplyDelete
  7. Halo mbak Shinta. Hehe, rasanya mungkin saya juga perlu buku ini. Nice review.

    ReplyDelete
  8. salam sobat
    wao menarik mba Sinta,,
    cerita sicewek tomboi,yg disuruh feminim,,
    coba dekat mba Sinta,,saya pinjam bukunya.

    ReplyDelete
  9. emang isme artinya apa yah?
    hehehehe...udah lama ga baca teenlit...

    ReplyDelete
  10. emmmm... cerita remaja yang cukup bagus nih mbak...

    ReplyDelete
  11. waow....... premannya dah jadi cewek, kyknya seru thu, ;)), cuma satu alasan, gara gara cinta, cinta merubah semuanya :), setuju banget!!

    ReplyDelete
  12. Akhirnya si preman sudah sadar akan jati dirinya.....setelah mendengar kata dari lawannya-S H M I L Y......>See How Much I Love You..........he..he..he..

    ReplyDelete
  13. halo nama saya agung


    tapi bukan agung dalam tokoh novel ini

    ReplyDelete
  14. kunjungna perdana ke blog sobatt..lam kenal..

    ReplyDelete
  15. Hmmmm...segala sesuatu sepertinya memang tak ada yang abadi, segalanya bisa berubah...

    ReplyDelete
  16. Kayaknya mending baca review kamu aja, Sin, daripada baca bukunya. hehehe...

    ReplyDelete
  17. waaaa tetanggaku ada yang tomboi neh
    suruh baca buku ini aja ya
    tengkyu

    ReplyDelete
  18. Apa kabar mbak...lama ya tak jumpa lagi?

    ReplyDelete
  19. desy Puspitasari adalah novelis yang produktif...
    saya pernah baca bukunya yang berjudul 'KUTEMUKAN ENGKAU DISETIAP TAHAJUDKU',
    saya jadi kepingin baca secara lengkap yang ini juga.

    ReplyDelete
  20. adik ku harus baca nih kyknya.. hoho

    ReplyDelete
  21. akhirnya sin, ganti juga themesnya. bagus juga kok. smgt!!

    ReplyDelete
  22. kayaknya bukunya enak dibaca nih...

    bacaan ringan sepertinya tapi isinya dalem..

    ReplyDelete

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Pegunungan Tinggi Portugal - “Oleh orang yang ditinggalkan, setiap kematian akan dirasakan sebagai pembunuhan, sebagai perenggutan nyawa seseorang yang disayanginya secara tidak adil...
    1 week ago
  • Teruslah Bertanya … - #CeritaBuku #DuniaSophie ​[511/785] ‘Tapi akan selalu menjadi watak dari akal manusia untuk menanyakan dari mana bola itu berasal. Itulah sebabnya mengapa ...
    2 months ago
  • Wonderful Life - Judul: *Wonderful Life* | Penulis: Amalia Prabowo | Penyunting: Hariadhi & Pax Benedanto | Penerbit: POP | Terbit: 2015 | Tebal: 169 hlm | Harga: Rp. 50.00...
    9 months ago

Popular Posts

Done!

2016 Reading Challenge

2016 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 60 books in 2016!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20