Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Monday, October 26, 2009

Palestinaku Dalam Cengkraman Ariel Sharon

“Senjata Suad Amiry adalah ironi dan ia mengemasnya dengan sangat cerdas dan handal…” Figaro

Sebelumnya saya sempat bertanya-tanya siapa atau apa Figaro yang memberikan endors dengan begitu pasnya terhadap autobiografi ini. Setelah melakukan googling, dan bertemu dengan tante Wiki [liat di http://en.wikipedia.org/wiki/Figaro], saya menemukan beberapa “pengguna” nama ini, mulai dari judul lagu yang dipopulerkan Brotherhood of Man—sapa neh??--nama kerajaan dalam video game Final Fantasy VI sampai nama tokoh anak kucing teman Pinokio hasil ciptaan Walt Disney. Dari sekian “pengguna”, hanya satu yang paling berpotensi memberi endors dalam buku ini—karena akan sangat aneh jika anak kucing sampai memberikan endors. Figaro, nama pena dari penulis Spanyol bernama Mariano José de Larra, tetapi kemungkinan tersebut harus segera tersisih setelah membaca bahwa dia telah meninggal 1837. Well, akhirnya, setelah berseluncur ke mana-mana, hasil buruanku berujung pada Jay Heinrichs seorang penulis dan editor dengan segudang pengalaman yang membuat endors-nya memang layak dipampang di sampul depan sebuah buku [liat di http://www.figarospeech.com/whos-figaro/]. Dan semoga benar adanya, Figaro yang saya cari adalah dia, supaya kepala dapat terpuaskan.

Kalau saya cukup puas dengan perburuanku atas Figaro, tidak sama halnya dengan Suad Amiry yang terus memburu Israel lewat sindirannya yang sangat tajam.



Bajingan, kataku dalam hati. Begitu mudahnya tersinggung oleh sebuah tatapan!

Aku heran bagaimana reaksimu jika hidup di bawah Pendudukan selama bertahun-tahun…., atau jika hak belanjamu, seperti semua hak-hakmu diganggu…., atau pohon-pohon zaitun di perkebunan milik kakekmu ditumbangkan, atau desamu diratakan, atau jika rumahmu dihancurkan…, atau jika ibumu melahirkan di pos pemeriksaan…, atau jika kau tidak bisa menjangkau orang yang kau kasihi di Yerusalem di sebelah Arab bagian Timur.

Hanya sebuah tatapan, dan kalian kehilangan kesabaran! [hal 49-50]

Sengketa di Jalur Gaza memang ironi yang sangat menyedihkan. Tanpa berputar-putar dengan teori, perempuan lulusan arsitektur ini mengkritik dengan cerdas kearoganan Israel lewat kejelian matanya menangkap setiap detail keseharian dan lingkungannya. Dengan gaya blak-blakan, cuek, lugas dan satire yang cukup kejam, buku yang bersumber dari diary dan email ini menceritakan tentang kondisi Ramallah yang sudah tak patut disebut sebagai kota, tentang kegilaan saat harus berlomba-lomba sampai di rumah sebelum jam malam tiba, tentang antrian panjang demi mendapatkan ijin kerja, kunjungan atau perjalanan, tentang ujung senapan tentara Israel yang siap menghancurkan kepala siapapun, tentang kepedihannya atas negeri tercintanya yang telah dirampas paksa.

Pun dengan sinisnya penulis yang juga direktur RIWAQ—Pusat Konservasi Arsitektur di Ramallah--menyindir bagaimana orang Palestina membutuhkan puluhan tahun untuk mendapatkan hawiyyeh (kartu penduduk) sedangkan seekor anjing bisa memperoleh paspor hanya dalam sehari demi mendapatkan suntikan vaksin rabies.

“Tidak, tembok bodoh ini tidak ada kaitannya dengan keamanan Israel. Perhatikanlah. Tembok ini tidak memisahkan orang Palestina dan Israel, malah justru memisahkan orang Palestina dan negeri Palestina…..Ini adalah perampasan tanah dan air terbesar dalam sejarah Israel. Sementara mengklaim untuk memisahkan diri dari kami, mereka telah mengambil tanah kami hingga 55%. Kalian menyebut ini keamanan?” Aku sadar sedang meneriaki Bob Simon. Aku rasa dia menyesal telah memilih seorang perempuan setengah baya yang sudah menopause untuk berbicara soal “Pemisahan” [hal 139]

Judul Buku : Palestina Dalam Cengkraman Ariel Sharon
Penulis: Suad Amiry
Alih Bahasa: James Dumai
Penerbit: e-Nusantara
Terbit: Pertama, September 2008
Tebal Buku: 144 halaman
ISBN: 9791583692
Harga: Rp. 35.000 [sebelum diskon 15%]
Share:

18 comments:

  1. yup sungguh ironi yang menyedihkan... belum lagi wilayah Palestina yang semakin mengkerut dan mengecil hingga mungkin akan terhapus dari peta dunia...
    keadilan dan rasa kemanusiaan telah raib di jalur gaza !!!

    ReplyDelete
  2. Derita rakyat Palestina sangat ironis dan menyedihkan.... Suad Amiry,telah mengangkat senjata lewat karyanya dengan mengungkap Arogansi dan kesewenangan Ariel Sharon,.........

    Semoga makin banyak dari kita yang ikut peduli...

    ReplyDelete
  3. Oh, baru tahu kalo Figarho itu salah satunya dalah nama anak kucing di Pinokio. Hehehe...pantesan adik angkatku yg suka kucing pilih nama figarho buat Tahoo ID-nya. Ketauan deh sekarang artinya...

    Sin, aku sekarang jarang YM-an. Tapi e-mail yg sering aku buka: joviemaria@yahoo.com. Kalo aku pas buka, kita bisa ngobrol deh. Ato biar ketemu, janjian dulu jg boleh. hehehe... Sok penting deh!

    ReplyDelete
  4. semoga dia baik2 saja setelah mengeluarkan buku ini.. :)

    tidak bisa berkata-kata, semua pasti setuju. Ini penjajahan.

    ReplyDelete
  5. ini pasti buku yang baru diupdate di goodreads kemarin :)

    ReplyDelete
  6. Suad Amiry ini orang mana ya teh... semoga buku ini banyak dibaca orang Israel...

    ReplyDelete
  7. chchchh....
    palestina.... palestina....
    semoga segera terbebas dari tangan2 kotor zionis

    ReplyDelete
  8. award dari mbak dah aku pajang... maaf lama alnya baru sekarang2 ini bisa update blog lagi...heuheuheu

    ReplyDelete
  9. Palestina milik kita
    Al-qudsu lanaa

    ReplyDelete
  10. uwow.... jadi pengen beli niy.... udah lama aq gak beli buku.... hmmm bisa jadi referensi niy...

    ReplyDelete
  11. sama seremnya kalo baca buku armagedon ya..

    ReplyDelete
  12. aku menginginkan kedamaian di Palestina

    ReplyDelete
  13. Wah, buku yang harus dicari nih. Itu novel ya? Tetapi terus terang tertarik juga dengan pencariannya atas 'Figaro' hehehe....

    ReplyDelete
  14. naaah ... komentar seperti ini yang saya tunggu, Sin. Sungguh!
    sebab saya ingin tahu kekurangannya apa dan dimana. Terima kasih banyak

    ReplyDelete
  15. Inginnya sih, cerpen itu menjelaskan tentang lelaki yang sempet "menghilang" dan ternyata lolos dari bencana letusan gunung, padahal saat itu ia berada dekat dgn lokasi bencana. Ia sempat merasa tersesat di 'negeri asing', mungkin saat itu dapat disamakan dengan keadaan sekarat(?) Pemaparannya kurang jelas ya, Sin.

    BTW terima kasih sudah bersedia meluangkan waktu membaca dan memberi masukan berharga.

    ReplyDelete
  16. salam sobat
    wah senang dan puaslah mba,,dapat perburuannya FIGARO.
    jadi pingin juga mba,,baca buku PALESTINAKU,,ini.
    kemarin2 cuma lihat berita Palestina saja.

    ReplyDelete
  17. isu Palestina, Mbak gak bisa koment kalau gini Shin. Terbatas banget, hanya mampu mendoakan. Bahasmu keren Sin, mbak bisa gak yah mengikuti jejaknya? :(

    ReplyDelete

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Teruslah Bertanya … - #CeritaBuku #DuniaSophie ​[511/785] ‘Tapi akan selalu menjadi watak dari akal manusia untuk menanyakan dari mana bola itu berasal. Itulah sebabnya mengapa ...
    2 weeks ago
  • Think Dinar! - Judul: Think Dinar! | Penulis: Endy J. Kurniawan | Editor: Asma Nadia | Penerbit: *AsmaNadia Publishing* | Terbit: Ketujuh, Juni 2012 | Tebal: xxii + 298 h...
    7 months ago
  • Wonderful Life - Judul: *Wonderful Life* | Penulis: Amalia Prabowo | Penyunting: Hariadhi & Pax Benedanto | Penerbit: POP | Terbit: 2015 | Tebal: 169 hlm | Harga: Rp. 50.00...
    7 months ago

Popular Posts

Done!

2016 Reading Challenge

2016 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 60 books in 2016!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20