Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Tuesday, May 19, 2009

Aku Lelah Menjadi Cantik

Cantik. Apa yang terbayang saat kata cantik menerobos ke kepalamu? Sebagian besar pasti membayangkan Perempuan.

Selama ini kata cantik memang selalu identik dengan sosok Hawa. Dengan kerelatifannya, setiap manusia mulai memberi nilai tambah sesuatu yang memiliki kecantikan. Ketika manusia mencintai kecantikan, maka obsesi dan keserakahan akan berusaha melibatkan diri untuk mendapatkan si cantik. Dan ketika tanpa disadari memilih obsesi dan keserakahan, kecantikan pun tak kan lepas dari eksploitasi.

Tokoh Aku dalam cerpen “Aku Lelah Menjadi Cantik” merasakan eksploitasi atas kecantikan yang dia sendiri tak mengerti, atas dasar apa dia diberikan predikat cantik. Kelelahan yang membuat dia kerap merasa “menderita” dengan pemberat telinga, penyangga dada ataupun pandangan mata liar para lelaki.

Penulis semakin memperluas makna cantik dalam kisah-kisahnya yang dituturkan dengan bahasa puitis. Kecantikan alam. Pemilihan Judul “Aku Lelah Menjadi Cantik” sebagai “headline” buku, tidak sekedar karena judul ini sangat provokatif, tapi judul ini sekaligus dapat menggambarkan kelelahan alam yang kecantikannya terus menerus dikeruk dan dieksploitasi keserakahan.

Lewat buku ini Koko mem-protes kecantikan pulaunya yang mulai terkoyak. Pulau Bangka-Belitung yang sangat terkenal dengan tambang timahnya, mulai kehabisan nafas. Pengerukan tanpa kendali membuat tanah humus berubah menjadi pasir. Kolong—sumber kebutuhan air-- pun menjadi korban. Air cokelat, tercemar minyak solar yang membunuh spesies penghuni. Dan rusaklah ekosistem.

Tak hanya masalah alam, para sumber daya manusia juga semakin tergiur untuk saling berebut lahan tambang, seorang guru mulai meninggalkan didikannya, para pecocok tanam mulai tak mengindahkan ladangnya. Semua dilakukan demi menghamba kepada uang.

Selain itu, penulis juga menggambarkan masih kentalnya adat istiadat di Tanah timah tersebut. Upacara ceriak atau rateb saman yang dianggap dapat penolak bala, ditampilkan sebagai “solusi” bencana, penderitaan dan ketertindasan masyarakat Bangka-Belitung.

Penggunaan bahasa yang puitis, terkadang membuat beberapa kisah butuh dahi yang berkerut untuk menerjemahkannya. Pemakaian kata ganti orang pada cerita “Inilah tempat Ia bermain”, lelaki pertama, kedua, ketiga dan keempat, juga sedikit membingungkan dan tidak nyaman.

Yang menarik adalah sebagian besar kisah memiliki kaitan dengan tokoh sentral Atuk Jum, tetua kampung. Tokoh yang sangat dihormati masyarakat. Dan menurut pembaca akan semakin apik jika kisah “Tempat yang Kami Rindukan” yang menggambarkan tentang kegelisahan Atuk atas pengurasan alam menjadi pembuka kumcer dan ditutup dengan kisah kematian Atuk pada cerpen “Atuk Jum”. Kematian yang seakan menjadi puncak lelah pertahanan “cantik”.

Judul : Aku Lelah Menjadi Cantik
Penulis : Koko P. Bhairawa
Pemeriksa Aksara: Fivin Novidha
Penerbit : Hikayat Publishing
Tahun : 2009
Tebal : 86 halaman
Harga : Rp. 17.000,-



Share:

7 comments:

  1. Kamu sememangnya pencinta buku yang cantik =).
    cantik itu subjektif, bukan?

    ReplyDelete
  2. subyektif banget...thank ya dah mampir ;)

    ReplyDelete
  3. La.., kok endingnya sedih gitu ya ? Aku lebih suka yg happy ending sih hehehe..

    ReplyDelete
  4. Thanks yach resensinya bagus,..aku suka,...

    ReplyDelete
  5. ini buku kumpulan cerpen atau emang ini novel?

    ReplyDelete

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Teruslah Bertanya … - #CeritaBuku #DuniaSophie ​[511/785] ‘Tapi akan selalu menjadi watak dari akal manusia untuk menanyakan dari mana bola itu berasal. Itulah sebabnya mengapa ...
    2 weeks ago
  • Think Dinar! - Judul: Think Dinar! | Penulis: Endy J. Kurniawan | Editor: Asma Nadia | Penerbit: *AsmaNadia Publishing* | Terbit: Ketujuh, Juni 2012 | Tebal: xxii + 298 h...
    7 months ago
  • Wonderful Life - Judul: *Wonderful Life* | Penulis: Amalia Prabowo | Penyunting: Hariadhi & Pax Benedanto | Penerbit: POP | Terbit: 2015 | Tebal: 169 hlm | Harga: Rp. 50.00...
    7 months ago

Popular Posts

Done!

2016 Reading Challenge

2016 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 60 books in 2016!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20