Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Saturday, January 10, 2009

Maximum Ride: Menyelamatkan Dunia dan Olahraga Ekstrem Lainnya


Judul: Maximum Ride, Menyelamatkan Dunia dan Olahraga Ekstrem Lainnya
Penulis: James Patterson
Penerjemah: Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Desember 2008
Tebal: 503 halaman
Harga: Rp. 60.000,-

Kawanan terpecah!! What? Max dan Fang bertengkar hebat, masing-masing berkeras dengan keputusannya. Iggy dan Gasman ikut dengan Fang, sedangkan Angel dan Nudge memilih Max. Oh No!! Buat temen-temen yang sudah membaca Maximum Ride 1 dan 2 pasti sudah hafal banget bagaimana kekompakan enam bocah burung ditambah seekor anjing cerewet di setiap petualangannya, dan berita perpecahan ini pasti akan membuat kecewa para MaxRiders. Buat yang belum baca? Baca donk!!

Seperti serial sebelumnya, petualangan mereka tetap menawarkan ketegangan, kelincahan dan lelucon yang sarat dengan sarkasme-sinisme para kawanan dalam menghadapi musuh.

Max dan kawan-kawan kembali tertangkap dan terkurung di sekolah. Kembali harus berhadapan dengan Jeb, Anna Walker dan para ilmuwan sinting. Para penjahat itu berusaha meyakinkan Max, bahwa segala yang terjadi, segala petualangan, pertarungan dan perjalanan mereka hanya mimpi. Mimpi yang dikirimkan para ilmuwan itu ke dalam otak kawanan. Tapi bukan Max kalau percaya begitu saja dengan mereka. Max terus mengeluarkan pertanyaan dan statement penuh sarkasme untuk menangkis segala argumen dari Jeb dan Anne walker. Dan kehebatan Max untuk membuat lawan bicaranya "terbakar" emosi patut diacungin 4 jempol!!

"Tapi aku tetap bisa menendang pantat gendut Eropa busukmu itu dari sini sampai Selasa depan. Jadi lumayanlah."
Kelopak matanya berkedut, dan aku menduga ia berusaha mengontrol diri dengan susah payah.
Yah, aku memang sering membuat orang kesal. Itu kelebihanku, mau bagaimana?” hal. 171

Tertangkapnya enam bocah burung ini, membuat Max sebagai pemimpin hampir kewalahan. Iggy, Gazzy, dan Nudge benar-benar mengalami kemerosotan semangat, sedangkan Fang masih terus dengan kediamannya. Terus dimana Angel?? Apa yang terjadi pada Angel??

Berakhirkah mereka di Sekolah?? Eits...jangan salah, petualangan baru dimulai. Berkat ketangkasan dan kecerdikan Max, mereka pun berhasil meloloskan diri. Dan semua itu terjadi berkat bantuan dari Ari. What?? Yup...Ari, musuh bebuyutan Max. Musuh yang berkali-kali ingin memangsa dan membunuh Max. Kok bisa?? Hohohoho...Patterson kembali memberikan kejutannya ;)

Tetapi keberhasilan mereka meloloskan diri tidak lantas membuat segalanya menjadi tenang, justru masalah kembali muncul. Kawanan terpecah. Yah, seperti yang sudah saya tuliskan di awal. Kawanan terpecah menjadi dua.

Bagaimana dengan misi penyelamatan dunia? Ternyata perpecahan ini tidak membuat misi ini menjadi terlantar. Max memutuskan melanjutkan perjalanannya ke Eropa untuk melakukan pencarian sekolah dan mengumpulkan informasi. Sedangkan di sisi lain, Fang terus berkutat dengan blognya (http://maximumride.blogspot.com) untuk menghimpun perlawanan lewat dunia maya. Yah, Max dan Fang melawan dengan caranya masing-masing. Berhasilkah? Dan apa kabar dengan Pemusnah?


***

Petualangan di Maximum Ride 3 tidak kalah seru dibanding Maximum Ride 1 dan 2. Perjalanan dari satu negara ke negara lain masih menjadi salah satu daya tarik dari novel fantasi ini. Inggris, Prancis, Colorado, Jerman dan banyak lagi tempat singgah para kawanan dalam mengumpulkan informasi. Eits...tapi jangan dikira kisah perjalanan mereka berlangsung serius. Keinginan anak-anak untuk bermain dan singgah di tempat-tempat wisata terlontar dengan polosnya. Khas anak-anak! Dan sukses dituliskan Patterson dengan apik.

Kali ini novel Maximum Ride memberi nuansa cover yang berbeda. Jika sebelum-sebelumnya kita disajikan cover bernuansa dark, untuk seri ketiga ini, dominasi warna kuning keemasan memberi sedikit "rasa" hangat walaupun tidak menghilangkan unsur dark. Nuansa yang mewakili kisah romantis antara Max dan Fang. Kisah cinta yang semakin tampak jelas tergambar pada munculnya kisah, di mana Max dan Fang sama-sama merasa kehilangan pada saat mereka terpecah.

Hmmm...Cukupkah keseruan buku ini? Hohoho...Belum sobat. Masih ada banyak kejutan, salah satunya Max akhirnya bertemu dengan Ibu yang selama ini dia cari-cari. Siapakah dia? Wow!! Sabar guys...saranku, segera berangkat ke toko buku, bayar ke kasir, ambil posisi baca ternyaman dan selamat menikmati rangkaian keseruan dan petualangan yang mendebarkan ;)
Share:

5 comments:

  1. ada yang agak aneh di buku 3 ini. si Fang itu dapat colokan listrik buat charging laptopnya dari mana? atau pakai energi sinar matahari (emang ada ya? hihihi).

    ReplyDelete
  2. huehehehehe...aku pikir colokin di hidung *halah

    baru kepikiran sekarang sih soal itu, tapi klo mau simplenya...tuh laptop kan dapet dari "sekolah" pastinya canggih, jadi klo dianggap pake energi matahari masih bisa diterima :P

    ReplyDelete
  3. Waw, buku ini emang keren banget! Dan saya udah baca yang ke 4 non-terjemahan punya!
    Dan menurut saya, ow-ow, itu seru banget! Kehebatan menulis om JP kembali dipertunjukkan disini. Walaupun MaxRide kisah-kisahnya remaja banget, bukan berarti ringan kan? Hehe...
    Pokoknya saya suka banget sama novel ini! Terutama sama Fang! *blushes*

    ReplyDelete
  4. gyaaaaaaaaaaaaaaaa....udah baca yang ke-4!!!! aku lagi nunggu2 euy

    ReplyDelete
  5. gimana sih Gramedia?
    mau beli yang ketiga tapi ga ada, bikn orang naik darah
    padahal penasaran banget sama isi bukunya

    ReplyDelete

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

Popular Posts

Done!

2017 Reading Challenge

2017 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 100 books in 2017!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20