Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Sunday, January 25, 2009

An affair To Forget

Judul: An Affair To Forget
Penulis: Armaya Junior
Editor: Gita Romadhona
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: Pertama, 2008
Tebal: 237 halaman

Coba bayangkan, apa yang akan kau lakukan begitu mengetahui pasanganmu telah berselingkuh? Hmmm...Aku? Mungkin akan melakukan aksi tutup mulut, segera beres-beres baju dan berkata, "Okey, semua selesei." Hehehehe...

Untunglah ke-childish-an itu tidak terjadi pada diri Anna, wanita karir yang menjadi tokoh utama dalam novel berlabel dewasa ini. Anna digambarkan sebagai sosok wanita yang dewasa dalam menyelesaikan masalah. Elegan. Kata itu yang aku sematkan kepada tokoh Anna dalam menghadapi perselingkuhan suaminya. Bukan amarah, bukan cacian, bukan hujatan yang dilakukan Anna tapi instropeksi diri. Instropeksi yang dilalui dengan mendekati selingkuhan suaminya, menjadi temannya, mengorek informasi darinya sambari mencari apa-apa saja yang salah dalam dirinya. Benar-benar menunjukkan kematangan sikap Anna dalam mendapatkan kembali suaminya. Fuf! Bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

Pergulatan ini diceritakan dari sudut pandang orang kedua, sudut pandang tokoh "Aku". "Aku" adalah pria yang menjadi sahabat dekat Anna, tempatnya menumpahkan segala kisah hidupnya, bahkan segala detail aktivitas seks Anna dicurahkan tanpa saringan ke tokoh "Aku". Bagian yang kurang realistis diterima kepalaku. Dan karena pengambilan sudut pandang itu membuat cerita terasa kurang greget.

Sebenarnya tema cerita buku ini sangat menarik, hanya saja penyampaian cerita sangat mbulet. Narasi panjang yang berbelit-belit kerap bikin kepala bosan. Bagian yang seharusnya lebih nyaman untuk dialog, malah dijabarkan panjang lebar dalam bentuk narasi. Selain itu, penyampaian deskripsi tentang rumah atau pekerjaan agak membosankan, malah kadang terkesan hanya untuk mempertebal buku.

So, An Affair To Forget: Isi Dalem, Bahasa Mbulet. Ck!
Share:

2 comments:

  1. dan si Aku itu kemudian apakah jadi pacarnya? tetapi dalam kehidupan nyata, si Aku, yang bersedia mendengarkan segala curhatan mendetil itu, biasanya adalah seorang gay.

    ReplyDelete
  2. gak, endingnya gak jadi pacar...hmmm tapi disitu si Aku berhubungan seks ma cewek. Gay "nafsu" kah berhubungan seks ma cewek?

    ReplyDelete

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Ibu Pendidik Generasi Islam - “… mendidik seorang wanita itu sama saja dengan mendidik sebuah generasi.” ~ Prakata Penerbit Setinggi apapun pendidikan seorang anak, pengaruh besar...
    4 weeks ago
  • [Ngoceh Buku] Salju Part #3 - #IsiBuku *#SaljuOrhanPamuk* (209/731) . . Semakin berat makna isi dari pemikiran dan dialog Ka, tapi juga semakin menghanyutkan dalam pelitnya konflik. Ma...
    5 weeks ago
  • Ummu Salamah - “Di antara keutamaan istri-istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah mereka lebih memilih Allah dan Rasul-Nya.” ~ h.19 Berpredikat Ummahatul ...
    1 month ago
  • Teruslah Bertanya … - #CeritaBuku #DuniaSophie ​[511/785] ‘Tapi akan selalu menjadi watak dari akal manusia untuk menanyakan dari mana bola itu berasal. Itulah sebabnya mengapa ...
    4 months ago

Popular Posts

Done!

2017 Reading Challenge

2017 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 100 books in 2017!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20