Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Friday, February 6, 2015

Carrie

Aku menyesal untuk Carrie. Mereka melupakannya. Mereka menjadikannya semacam lambang dan lupa bahwa ia manusia, sama nyatanya seperti kau yang membaca ini, dengan harapan-harapan, impian-impian dan bla, bla, bla. Kurasa tak ada gunanya memberitahumu semua ini. Sekarang tak ada yang bisa mengubahnya dari sesuatu yang terbuat dari berita tercetak menjadi manusia utuh. Tetapi ia manusia, dan ia terluka. Lebih dari yang diketahui kita semua, ia terluka. (Surat Susan Snell h.139)
Menjadi seseorang yang tidak dianggap, bahkan kerap menjadi korban bullying di sekolah, membuat Carrie tak bisa menikmati masa remajanya. Tragedi Olahraga Berdarah bukanlah kejadian terparah yang dialami Carrie, tapi menjadi penyebab terungkit keresahan Momma yang dipendam sejak kelahiran Carrie. Kefanatikan dan rasa bersalah yang besar terhadap Tuhan membuat Momma memperlakukan Carrie dengan 'keras'. Pertaubatan dalam lemari gelap menjadi imbalan setiap kali Carrie melakukan kesalahan.

Prom menjadi titik nadir bagi Carrie. Kebahagiaan dan bayangan kenormalan masa remajanya pupus seketika saat guyuran darah babi menyambut terpilihnya Carrie sebagai Ratu Prom. Kekuatan pikiran yang selama ini dipendamnya, bobol karena kemarahan yang menumpuk. Ledakan amarah yang menjadi pelampiasan Carrie atas kesedihan dan penderitaannya. Kemampuan telekinesisnya menjadi mengerikan ketika tak hanya sekolah yang hancur tapi juga sebagian besar Kota Chamberlain yang dibumihanguskan oleh Carrie.

Pada awalnya, ada kebingungan membaca rangkaian cerita yang diselipi oleh potongan-potongan berita dan surat. Tapi, gaya penceritaan yang terkesan campur aduk ini malah menarik. Ketika sudut pandang  tokoh, wawancara, analisa ilmuwan dan selipan surat mengisi alur cerita, pembaca seperti diajak menyusun puzzle dan mengait-kaitkan cerita. Mungkin beberapa analisis terasa membosankan, seperti ketika membahas analisa biologis tentang pohon keluarga yang mempengaruhi gen telekinesis dalam diri Carrie, tapi minus tersebut terbayar dengan penggambaran karakter Carrie yang menciptakan empati pada pembaca.

Judul: Carrie
Penulis: Stephen King
Penerjemah: Gita Yuliani K
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetak: Kedua, Februari 2014
Tebal: 256 halaman
Harga: Rp. 37.600 (di www.parcelbuku.net)
Bintang: 3/5
Share:

0 komentar:

Post a Comment

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Ibu Pendidik Generasi Islam - “… mendidik seorang wanita itu sama saja dengan mendidik sebuah generasi.” ~ Prakata Penerbit Setinggi apapun pendidikan seorang anak, pengaruh besar...
    5 weeks ago
  • [Ngoceh Buku] Salju Part #3 - #IsiBuku *#SaljuOrhanPamuk* (209/731) . . Semakin berat makna isi dari pemikiran dan dialog Ka, tapi juga semakin menghanyutkan dalam pelitnya konflik. Ma...
    1 month ago
  • Ummu Salamah - “Di antara keutamaan istri-istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah mereka lebih memilih Allah dan Rasul-Nya.” ~ h.19 Berpredikat Ummahatul ...
    1 month ago
  • Teruslah Bertanya … - #CeritaBuku #DuniaSophie ​[511/785] ‘Tapi akan selalu menjadi watak dari akal manusia untuk menanyakan dari mana bola itu berasal. Itulah sebabnya mengapa ...
    4 months ago

Popular Posts

Done!

2017 Reading Challenge

2017 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 100 books in 2017!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20