Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Saturday, June 15, 2013

Lust For Life

Berbicara tentang lukisan, saya sama sekali tidak mengerti, apalagi dengan para pelukisnya. Nama Van Gogh sendiri pernah sekilas didengar, tapi tidak menggugah saya untuk mencari tahu lebih lanjut. Tapi, pas melihat buku bersampul kuning yang bagian depannya ber-tagline 'Kisah Nyata Vincent Van Gogh, Pelukis Termahal di Dunia yang Mati sebagai Orang Terbuang', saya jadi tertarik.

Bisa dibilang berkat patah hati, Van Gogh menemukan jalan hidupnya, meski tidak dengan cara instan. Dimulai dari sakit hatinya kepada Ursula yang menolak pernyataan cinta dan ajakan menikah, Van Gogh pergi ke Amsterdam untuk belajar menjadi pendeta, mengikuti jejak Sang Ayah. Sayangnya, pemikiran dan cara Van Gogh untuk terlibat langsung dengan jama'atnya ternyata dipandang aneh oleh seniornya.
"Kalau dia merawat orang sakit, menghibur orang-orang yang sedih, menenangkan pendosa, dan mengajak orang yang tak beriman untuk percaya, apakah itu juga kegagalan?" [Van Gogh - h.55]
Keinginan Van Gogh untuk mengabdi secara total di tempat tugasnya, Borinage, menjadi awal tergambarnya idealisme yang tinggi dalam diri tokoh. Kehidupan penambang yang sangat miskin, dengan pekerjaan yang dapat menyeret mereka pada kematian, membangkitkan kepedulian Van Gogh. Kepedulian yang tidak tanggung-tanggung, semua miliknya diberikan kepada keluarga-keluarga penambang. Bahkan dia merasa harus hidup seperti mereka, sehingga memutuskan tinggal di sebuah gubuk daripada fasilitas rumah hangat yang disediakan untuknya. Empati yang begitu besar inilah, yang kelak menemaninya selama menciptakan lukisan.
"Untuk melukiskan kehidupan orang harus memahami tidak hanya anatomi, tetapi juga apa yang dirasakan dan dipikirkannya tentang dunia tempat mereka tinggal. Seorang pelukis yang hanya paham akan keterampilan tangannya sendiri dan bukan yang lain nantinya akan menjadi pelukis yang sangat dangkal." [Van Gogh - h. 149]
Sayang karir penyebar kabar injilnya harus berakhir karena alasan yang bagi saya agak arogan dan sangat tidak bersimpati. Berakhirnya tugas, membawanya pada kegemaran baru, yaitu membuat sketsa. Mulai menyalin lukisan-lukisan ternama dan menggambar aktivitas penambang. Kegilaannya menggambar diawali dari kesenangannya membuat sketsa figur. Semakin lama, Van Gogh yakin bahwa dirinya dilahirkan sebagai pelukis. Namun, Ayahnya kerapkali meremehkan keinginan besar Van Gogh, karena memandang pelukis tidak memiliki status sosial dan penghasilan yang layak.
"Tujuan aku melukis adalah membuat orang melihat yang layak diamati dan tidak diketahui semua orang. Kalau kadang aku harus mengorbankan sopan santun sosialku agar pekerjaanku selesai, apakah tindakanku tidak bisa dibenarkan? Apakah aku merendahkan diriku sendiri dengan hidup bersama orang-orang yang aku gambar? Apakah aku merendahkan diriku sendiri dengan pergi ke rumah-rumah para pekerja dan orang miskin, dan ketika aku menerima mereka di studioku?" [Vincent Van Gogh - h.245]
"Seiring berjalannya musim gugur dan ketika para pelukis lain mulai tenggelam di dekat perapian di studio mereka, dia keluar untuk melukis di tengah terpaan angin, hujan, kabut, dan badai. Dalam cuaca yang paling keras catnya yang basah sering tertutup dengan pasir yang beterbangan dan air asin, Hujan membasahi seluruh badannya, kabut dan angin membekukannya, pasir masuk ke dalam mata dan hidungnya ... dan dia sangat menikmati setiap menit dari semua itu. Tidak ada apapun yang bisa menghentikannya sekarang kecuali kematian." [h. 276]
Luar biasa perjuangan Van Gogh untuk memenuhi panggilan jiwanya sebagai seorang pelukis. Lebih luar biasa lagi adalah sosok di belakangnya yang amat sangat mempercayai impian Van Gogh, di saat sekitarnya mencemooh. Dia adalah Theo Van Gogh, adik yang berprofesi sebagai penjual lukisan ternama. Kebutuhan sehari-hari Van Gogh selama aktivitas melukis, yang tidak menghasilkan uang sepersen pun, disokong oleh adiknya. Theo menjadi gambaran hangatnya kasih sayang, disela-sela kesuraman dan kegilaan hidup Van Gogh.

Membaca novel biografi Vincent Van Gogh ini membutuhkan kesabaran. Ceritanya lambat yang setengahnya berisikan seni melukis dan analisa-analisa lukisan, membuat saya, yang tidak terlalu mengerti lukisan, menjadi agak bosan. Tapi rasa bosan selalu tertutupi dengan keingintahuan sampai dimana kegigihan Van Gogh untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Selain itu, cerita hidup Vincent Van Gogh mengajarkan tentang keyakinan yang besar atas potensi diri, kesabaran yang tak kenal habis, serta kasih sayang dan kepercayaan yang begitu hangat bisa menjadi secercah semangat di saat diri mulai berpikir untuk menyerah.

Judul: Lust For Life
Penulis: Irving Stone
Penerjemah: Rahmani Astuti
Penerbit: Serambi
Cetak: Pertama, Juli 2012
Tebal: 574 hlm
Bintang: 3/5

:: ingin buku seken/murah bermutu? mampir ke FB Parcel Buku yuk! ::
Share:

1 comment:

  1. tadinya kupikir buku ini semacam historical fiction gitu..eh ternyata lebih ke biografi ya. Aku jg gk ngerti sama skali soal lukisan, so kyknya hrus baca ini ya supaya ada suntikan ilmu dikit soal lukisan :D

    ReplyDelete

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Ibu Pendidik Generasi Islam - “… mendidik seorang wanita itu sama saja dengan mendidik sebuah generasi.” ~ Prakata Penerbit Setinggi apapun pendidikan seorang anak, pengaruh besar...
    5 weeks ago
  • [Ngoceh Buku] Salju Part #3 - #IsiBuku *#SaljuOrhanPamuk* (209/731) . . Semakin berat makna isi dari pemikiran dan dialog Ka, tapi juga semakin menghanyutkan dalam pelitnya konflik. Ma...
    5 weeks ago
  • Ummu Salamah - “Di antara keutamaan istri-istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah mereka lebih memilih Allah dan Rasul-Nya.” ~ h.19 Berpredikat Ummahatul ...
    1 month ago
  • Teruslah Bertanya … - #CeritaBuku #DuniaSophie ​[511/785] ‘Tapi akan selalu menjadi watak dari akal manusia untuk menanyakan dari mana bola itu berasal. Itulah sebabnya mengapa ...
    4 months ago

Popular Posts

Done!

2017 Reading Challenge

2017 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 100 books in 2017!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20