Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Monday, October 29, 2012

Coraline [Novel Grafis]



Saat kuliah saya pernah ditawari seorang teman untuk membaca buku Neil Gaiman berjudul Coraline, tapi belum berminat dan lebih memilih Eragon untuk dipinjam. Lumayan nyesel juga, karena sampai sekarang saya masih belum membaca buku Coraline terbitan Gramedia Pustaka UtamaBeberapa saat yang lalu, mampir ke Togamas, Malang dan menemukan novel grafis Coraline di rak obral. Sikat! dan ternyata tidak mengecewakan.

Sampul Novel Coraline
Coraline, bocah perempuan yang baru saja pindah rumah bersama kedua orangtuanya. Coraline memiliki tetangga, di flat bawah dan atas. Miss Spink dan Miss Forcible adalah penghuni flat bawah. Mereka mantan aktris yang sudah menginjak paruh baya dan anjing peliharaannya banyak hingga memenuhi flat. Selain itu, mereka sangat ramah dan mahir meramal lewat ampas teh. Penghuni flat atas adalah pria tua yang aneh. Dia sering berkata sedang melatih tikus-tikusnya untuk melakukan pertunjukan. Terkadang juga tikus menitipkan salam atau pesan peringatan bagi Coraline melalui Mr. Bobo.

Meski memiliki tetangga yang ajaib, Coraline sering dilanda bosan, apalagi jika orangtuanya sedang sibuk bekerja. Kesibukan itulah yang kemudian membuat Coraline merasa tidak diperhatikan. Suatu hari, cuaca hujan menyebabkan Coraline mendekam di rumah, bosannya semakin akut sedangkan orangtua Coraline seperti biasa, sibuk dengan komputer masing-masing. Ayahnya menyarankan Coraline untuk menghitung pintu dan jendela yang ada di rumah tersebut. Merasa tidak memiliki pilihan, Coraline mulai mendata jumlah pintu dan jendela sambil berkeliling rumah barunya. Petualangan dimulai ketika Coraline menemukan pintu yang terkunci dan ketika dibuka ternyata dibaliknya hanyalah tembok bata. Anehnya, ketika Coraline kembali membuka pintu itu di lain waktu, ternyata tersimpan kegelapan yang menuju ke suatu tempat.


Ilustrasi dalam Novel Grafis
Coraline menemukan tempat yang ternyata mirip dengan rumahnya, begitupun dengan semua penghuninya. Hanya saja, suasana terasa lebih hangat, makanan lebih lezat, perhatian yang besar dari orangtuanya. Sayangnya, kehangatan itu terasa janggal ketika melihat mereka semua memiliki mata yang berbentuk kancing!

Ilustrasi dalam Novel Grafis
Aku adalah penjelajah, berkali-kali didengungkan bibir Coraline setiap kali dia merasa takut dan menyerah.  Ternyata yang terlihat hangat, menyimpan petaka. Ibu lainnya, menyimpan rencana jahat untuk Coraline. Dia menyekap orangtua Coraline di suatu tempat. Pertemuannya dengan tiga bayangan yang tersekap dalam cermin, membuatnya tidak hanya harus menolong orangtuanya, tapi juga mencari tempat-tempat di mana jiwa-jiwa tersebut disembunyikan. Taruhan pun dilakukan dengan ibu lainnya, dengan tantangan mencari tempat disembunyikan orangtuanya dan jiwa-jiwa itu. Jika berhasil, maka dia dan seluruh keluarganya dibebaskan, sedangkan jika gagal, dia akan ikut selama dengan ibu lainnya dan rela mengganti matanya dengan kancing.

Coraline juga pernah difilmnya tahun 2009, dengan animasi yang menurutku imut dan lucu, jadinya  suasana thriller yang harusnya membalut cerita jadi tidak terlalu mengena. Sedangkan, Ilustrasi dalam novel grafis Coraline tidak seimut film adaptasinya, sehingga sangat mendukung ceritanya yang memang menyeramkan. Terdapat juga perbedaan dalam novel grafis dan film animasi Coraline. Petualangan Coraline dalam film lebih kompleks dan terselip cerita persahabatan dengan tokoh bocah laki-laki bernama Wybourn Lovet, yang tidak ada dalam novel grafisnya. Selain itu, tokoh Mr. Bobo lebih atraktif dan menarik di dalam film animasi Coraline.

Film Animasi Coraline
Antara film animasi dan novel grafis, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, yang ternyata sama-sama saya sukai. Eniwei, menurutku buku ini tidak cukup layak dibaca anak-anak, mungkin lebih cocok dibaca oleh remaja, usia SLTP.

Judul: Coraline
Penulis: Neil Gaiman
Adaptasi & Ilustrasi: P. Craig Russell
Penerjemah: Dwi Maya Aprillisa
Penerbit: MnC!
Cetak: Pertama, 2009
Tebal: 186 hlm
Bintang: 4/5


 :: ingin buku seken/murah bermutu? mampir ke FB Parcel Buku atau Dagang Buku yuk! ::
Share:

5 comments:

  1. bagus!
    udah pernah baca e booknya dan nonton filmnya :)

    ReplyDelete
  2. wah kayaknya cocok banget nih dengan saya *buru2 nyari obralan*

    ReplyDelete
  3. @andiah zahroh: iya bagus! dan seruuu!

    @honeylizious: hihihihi... cocok untuk yang suka cerita thriller ;)

    ReplyDelete
  4. Animasinya udah nonton, tapi gak pernah habis :(

    ReplyDelete

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

Popular Posts

Done!

2017 Reading Challenge

2017 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 100 books in 2017!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20