Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Wednesday, May 11, 2016

Misteri Patung Garam

Judul: Misteri Patung Garam
Penulis: Ruwi Meita
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 978-979-708-86-3
Cetak: Pertama, 2015
Tebal: 276 hlm
Bintang: 3,5/5
Harga: Rp. 54.000 (Diskon di Toko Buku Online)



Sudah lama saya penasaran dengan Misteri Patung Garam, apalagi saat melihat rata-rata ulasan berbintang empat. Ditambah, saya suka sekali dengan desain sampulnya yang didominasi warna hitam, kalau figur mayatnya dilihat lama bikin deg-degan, sayang matanya tidak ditampilkan terbelalak sesuai dengan kondisi penemuan setiap mayat perempuan dalam cerita.

“Garam ada dalam darahmu. Dan, dalam darah mengalir dosa-dosa manusia. Itulah kenapa penyakit selalu menyerang darah. Maut selalu menguntit dosa.” (h.125)

Penemuan mayat perempuan yang berlumuran garam menggemparkan warga Surabaya. Pembunuhan ini membuat seorang inspektur polisi ketiban kasus yang melibatkan seorang psikopat sebagai pelaku. Kiri Lamari memulai penyelidikan dari sebuah simbol yang ditinggalkan di setiap korban. Seorang pembunuh sejati akan meninggalkan tanda dalam kegelapan.

Proses penyelidikan menggiring Kiri ke sebuah masa lalu kelam dengan dendam yang membutuhkan pelampiasan. Konflik tidak hanya berputar pada kasus pembunuhan, Kiri sendiri juga memendam kematian Ibunya yang tak bisa dilupakan. Kemarahan merenggangkan hubungannya dengan sang Ayah dan endapan masalah ini harus dituntaskannya sebelum Kiri kehilangan Kenes.

Saya suka dengan bagaimana pembunuh ‘menata’ korbannya, berseni tapi mengerikan, khas ‘karya’ seorang psikopat yang tidak beringasan. Sepanjang menelusuri kasus Patung Garam ini, saya kurang merasa greget dengan jalannya penyelidikan, mungkin karena ada selingan roman dan pergulatan dari masa lalu Kiri. Tapi, untuk  analisa dan kejutannya, sangat menarik. Bahkan sampai di lembaran terakhir, pembaca tetap disuguhi kejutan oleh penulis. Bisa jadi setelah membaca buku ini, kita akan lebih tahu tentang garam karena penulis pasti melakukan riset dan memperkenalkan garam yang tak sekadar sebagai bumbu dapur. Terakhir, saya suka Inspektur Saut dan ‘kampret rebus’nya.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Ibu Pendidik Generasi Islam - “… mendidik seorang wanita itu sama saja dengan mendidik sebuah generasi.” ~ Prakata Penerbit Setinggi apapun pendidikan seorang anak, pengaruh besar...
    5 days ago
  • [Ngoceh Buku] Salju Part #3 - #IsiBuku *#SaljuOrhanPamuk* (209/731) . . Semakin berat makna isi dari pemikiran dan dialog Ka, tapi juga semakin menghanyutkan dalam pelitnya konflik. Ma...
    1 week ago
  • Ummu Salamah - “Di antara keutamaan istri-istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah mereka lebih memilih Allah dan Rasul-Nya.” ~ h.19 Berpredikat Ummahatul ...
    3 weeks ago
  • Teruslah Bertanya … - #CeritaBuku #DuniaSophie ​[511/785] ‘Tapi akan selalu menjadi watak dari akal manusia untuk menanyakan dari mana bola itu berasal. Itulah sebabnya mengapa ...
    3 months ago

Popular Posts

Done!

2017 Reading Challenge

2017 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 100 books in 2017!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20