Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Sunday, September 2, 2018

Part 3 The House of Hades by Rick Riordan (Done)


"Kini, dia menyadari bahwa ujian terberat bagi anak Athena (Annabeth) bukanlah memimpin misi atau menghadapi maut dalam pertempuran. Ujian terberat adalah membuat keputusan strategis untuk mundur, untuk membiarkan orang lain menanggung bahaya .... Annabeth harus menerima  bahwa dia tidak bisa melindungi semua orang yang dia sayangi." ~ h.556

Akhirnya ... akhirnya ... Mereka semua berhasil menutup Pintu Ajal. Ya iyalah! Tapi proses menuju ke sananya yang membutuhkan perjuangan, pengorbanan, sekaligus memperlihatkan pahlawan pun tak selamanya menjadi jawara. Percy dan Annabeth merasakan betapa lemah tidak berdayanya mereka berada di ranah Tartarus.

Kali ini, Percy-Annabeth harus berhadapan dengan sosok humanoid dari Tartarus, bapak para monster. Dan, memutus rantai Pintu Ajal. Sedangkan, Frank dkk bertempur melawan monster yang telah lolos dari Pintu Ajal. Pada bagian ini, saya jadi lebih suka Hazel jadian sama Leo soalnya chemistry-nya lebih dapet, daripada dengan Frank. Tapi, yaaa... kayaknya gak bisa juga karena Leo lagi falling in love dengan yang terkurung di sebuah pulau. Uhuy!

Dari keempat seri #TheHeroesofOlympus, saya paling suka #TheHouseofHades karena tokohnya semakin dewasa, bukan masalah fisik, tapi pemikiran. Mereka semua dipertemukan banyak permasalahan yang mengajak mereka merenungi kembali perjalanan panjang yang kelak berujung pertempuran melawan Ibu para Monster yang digadang-gadang akan menghancurkan para demigod dan dewa/i Olympus.

Akhir kata! Ikut berbahagia untuk Pelatih Hedge ;p
Share:

Saturday, August 25, 2018

Part 2 The House of Hades by Rick Riordan (415/627)


Perjalanan Percy dan Annabeth di Tartarus terasa sekali beratnya, beberapa kali Percy dan Annabeth harus dibantu Bob, si Titan yang mulai muncul ingatannya (musuh yang muncul di serial Percy Jackson). Percy-Annabeth memang harus bersusah payah karena mereka berada di 'Tubuh' tartarus yang membuat fisik dan pikiran selalu dalam pengaruh kesedihan, keputusasaan dan derita. Tapi, dari bagian ini bikin pembaca ngerasain chemistry yang kuat antara Percy dan Annabeth, gimana mereka melawan aura kelam dan saling menyemangati.

Di sisi lain, Hazel dan Jason harus berhadapan dengan Sciron dan Kura-Kura Raksasanya, yang rupanya adalah ujian Hazel untuk mendapatkan kemampuan barunya; mampir ke Bologna; Nico dan Jason berusaha mendapatkan tongkat pengendali mayat; dan Leo yang terlempar dan mendarat di sebuah pulau yang dihuni cewek cantik yang terkena kutukan. Alur yang ini memang lebih "ramai" daripada Perjalanan Percy-Annabeth tapi kali ini saya lebih suka alur cerita di Tartarus, karena kondisi nge-drop-nya dapet banget.

Seri kali ini terasa lebih 'dalem'; kesadaran Percy tentang penderitaan yang dirasakan monster atau dewa/i, yang pernah dilawannya, saat dia sendiri merasakannya; tentang rahasia terdalam Nico di Angelo, yang sepertinya akan terus disimpan dalam-dalam; kesedihan terpendam Bob, Si Titan dan Damasen, Si Raksasa karena takdir yang  ditanggungnya sebagai pihak yang harus melawan demigod dan pada dewa/i olympus. Aduh... bagian yang paling sedih ya, membaca dialog Bob dan Damasen.

Baiklah, saya penasaran kelanjutannya yang tinggal sedikit lagiii...
Share:

Thursday, August 23, 2018

Part 1 The House of Hades by Rick Riordan (203/627)


Setelah membaca tiga seri #TheHeroesofOlympus berturut-turut dan agak bosan dengan #TheMarkofAthena, saya mandeg membaca novel #RickRiordan. Padahal harusnya buru-buru karena pinjaman hehehe... Akhirnya, kembali membaca dan bersyukur ternyata awalan kisah sudah memancing adrenalin, walaupun belum maksimal.

Sesuai akhir seri sebelumnya, Percy dan Annabette terjatuh ke Tartarus; dan berjanji pada yang lain untuk bertemu di Pintu Ajal. Perjalanan mereka di Dunia Bawah Tanah, agak menyeramkan, apalagi saat harus meminum air di sungai api. Bayangin serasa minum air aki #*$&@($&# Agak monoton, tapi tetap terhibur dengan kedatangan Bob, Titan si tukang sapu.

Petualangan lebih seru di sisi lain. Perjalanan Hazel dkk dengan tujuan menutup pintu ajal di Gerha Hades, harus berputar ke Bologna dan dikerjain dua orang cebol. Bagian yang kusuka karena ngeliat Jason dan Leo hampir kewalahan berkejaran dengan dua orang cebol yang mencuri barang-barang di kapal, termasuk sabuk Leo. Lebih suka lagi, aksi Frank "membasmi" katoblepones. Rasanya seperti ikut lari, loncat, dan berubah-ubah wujud menjadi lumba-lumba atau singa.

Bagaimana  kelanjutannya?? Mari dilanjut dan saya paling penasaran dengan kegalauan Pelatih Hedge #kangenmakiannya 😅😅
Share:

Friday, April 20, 2018

Gadis Roma yang Hilang



Psikologis, adalah tema besar yang diangkat penulis sepanjang kisah penyelidikan berbagai pembunuhan sadis. Dimulai dari hilangnya Lara, mahasiswa Arsitektur, yang merupakan korban kesekian dari hilang dan matinya beberapa gadis seusianya. Jeremiah Smith adalah pelaku pembunuhan gadis-gadis yang hilang tersebut, tapi sayangnya, Lara tidak dapat ditemukan karena Smith terkena serangan jantung dan mengalami koma.

Marcus, seorang pendeta yang mengalami amnesia, ditunjuk untuk menemukan Lara, korban yang diperkirakan masih hidup. Penyelidikan banyak mengambil sisi psikologis, Marcus mencoba mengenali Lara lewat apartemennya dan juga menganalisa sosok Jeremiah, seorang pria penyendiri yang terasa mustahil membuat para gadis bersedia tanpa ragu untuk mengikutinya. Hal-hal ganjil, anomali, menjadi perhatian besar Marcus setiap kali menelusuri setiap kasus.
“... pembunuh berantai memang menikmati apa yang mereka lakukan. Artinya mereka ingin terus melakukannya selama mungkin. Mereka tidak tertarik dengan ketenaran, itu hanya menjadi penghalang, tetapi mereka kadang-kadang meninggalkan tanda-tanda. Bukan untuk berkomunikasi, tetapi untuk berbagi.” ~ h.84
Kasus Lara, bukanlah satu-satunya kasus yang harus dihadapi Marcus. Pembunuhan Valeria Altieri dan kekasih gelapnya dengan simbol, lalu penusukan-penusukan sadis para gadis yang dilakukan dengan gunting oleh sosok misterius yang disebut Figaro, dan kematian Alberto Cantrieri yang menuntun pada kasus penculikan seorang anak. Ketiganya mempertontonkan tugas besar Marcus sebagai seorang penitenziere, peran terwujudnya pengadilan jiwa, pengadilan yang menghakimi dosa-dosa manusia.

Di sisi lain, Sandra, photografer forensik yang sejak lima bulan lalu kehilangan suaminya, akibat jatuh dari lantai lima, gedung tak berpenghuni. Saya suka bagaimana penulis menggambarkan rasa kehilangan Sandra melalui keinginannya mempertahankan aroma sabun cukur dan rokok adas manis David di dalam rumah mereka. Kesedihan dan keputusasaannya terusik ketika sebuah telepon dari Schalber, yang mempertanyakan barang-barang peninggalan David, sekaligus menggiring Sandra untuk menyelidiki kematian suaminya.

Marcus dan Sandra menjadi dua alur cerita penyelidikan dengan gaya analisis yang hampir sama, tapi dengan urutan yang berbeda. Hanya saja, alur Marcus lebih komplek karena dia juga harus bergulat dengan kekosongan masa lalu dan mimpi-mimpi buruknya. Status penitenziere yang dibebankan kepadanya pun tak pelak semakin menjadi kemelut dalam dirinya, ketika perasaan menjadi perantara terwujudnya balas dendam dalam hampir di setiap penutup kasus.

Ketiga alur cerita ini berjalan selang-seling dengan bab yang berjalan mundur, agak bingung awalnya dengan alur mundur ini, dan ternyata titik mulanya berada di ujung cerita, yang berjudul HARI INI.
Si pemburu, tokoh ketiga yang memiliki alur cerita tersendiri meski kelak akan memiliki keterkaitan. Pemburu mencari mangsa dengan melakukan penyelidikan pada diri seorang yang didiagnosa memiliki kelainan psikologis yang disebut Sindrom Bunglon. Sindrom ini membuat si mangsa berubah menjadi seseorang yang ditirunya.
‘... "Dia tidak punya identitas sejati, itulah sebabnya dia terus menerus meminjam dari orang lain. Dia contoh yang unik, sebuah kasus kejiwaan yang sangat langka. Seorang transformis pembunuh berantai." Pemburu ~ h.185
Pengejaran pemburu mengantarnya pada sebuah penelitian terlarang dan mengubah si pemburu menjadi mangsa. Alur si pemburu inilah yang ujungnya akan menjadi penutup yang fantastis dan membuat pembaca memutar-ulang keseluruhan cerita. Saat antagonis dan protagonis kembali dipertanyakan.

Judul: Gadis Roma yang Hilang | Judul Asli: The Lost Girl of Rome | Penulis: Donato Carrisi | Penerjemah: Adi Toha | Penerbit: Alvabet | Terbit: Januari 2016 | Tebal: 558 hlm | Harga: Rp. 89.000 (harga diskon di www.parcelbuku.net) | Bintang:4/5
Share:

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

Popular Posts

Done!

2017 Reading Challenge

2017 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 100 books in 2017!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20