Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Friday, December 2, 2016

Kindaichi R Vol. 3

Judul: Kindaichi R Vol. 3 | Penulis: Seimaru Amagi dan Fumiya Sato | Penerjemah: Anggie Virgianti | Penerbit: Elex Media Komputindo | Terbit: 2016 | Tebal: 192 hlm | Harga: Rp. 22.500 | Bintang: 3/5




Penyelidikan pembunuhan di sekolah Arwah menjadi peseteruan antara Kindaichi dan si Pesulap Marionet dari Neraka. ‘Perang’ kecerdikan mulai diadu saat pembunuhan beruntun mulai dilakukan dengan taktik yang sulit untuk dipecahkan.

“Tampaknya semua berjalan lancer hingga saat ini. Aku berharap arwah kepala sekolah dapat menyempurnakan ‘seni’ku dengan baik. SMP Kogane ini pun akan menjadi salah satu ‘keping’ yang penting bagiku. Kepingan-kepingan puzzle ini sedikit demi sedikit menjadi utuh dengan ruteku. Rute sang ‘Pesulap Marionet dari Neraka.”
Banyak kebetulan dalam pemecahan kasus ini, seperti pecahnya gelang Miyuki dan kertas yang ketumpahan air panas. Tapi, tetap saja, ketajaman otak Kindaichi masih layak diacungi jempol. Kasus berikutnya berkaitan dengan Pengantin Rubah dan dendam masa lalu, sepertinya kali ini, nyawa Kindaichi juga menjadi sasaran si pembunuh. Mari lanjut ke seri berikutnya …

Share:

Tuesday, November 29, 2016

Hell's Kitchen Vol. 3

Penerjemah: Adrian
Penerbit: Elex Media Komputindo
Terbit: 2015
Tebal: 200 hlm
Harga: Rp. 22.500
Bintang: 4/5

Seri kali ini lebih menarik buatku karena bercerita tentang bahan baku makanan, tidak melulu tentang teknik memasak. Perseteruan antara Jurusan Masak dan Jurusan Pertanian.
 
“Asal organik, apa saja boleh!” Gara-gara celetukan Satoru ‘hawa panas’ antara Jurusan Masak dan Jurusan Pertanian semakin membara. Jurusan Pertanian tidak terima dengan perlakuan menyepelekan dari Jurusan Masak dan kata-kata tersebut sangat menyinggung Inukai Nao. Suatu hari dia mendatangi Jurusan Pertanian untuk meminta maaf dan berujung dengan mengumumkan keinginannya untuk pindah Jurusan Pertanian.
“Baik bahan maupun memasak sama-sama penting. Kalau bahannya jelek tak akan bisa seenak ini, tapi rasanya juga tidak bisa dihidupkan tanpa memasak.”
Btw, sepertinya setiap serial fans cewek Satoru selalu bertambah ya :D
Share:

Thursday, November 24, 2016

Detektif Kindaichi Vol. 1

Judul: Detektif Kindaichi Vol. 1 | Penulis: Yozaburo Kanari dan Fumiyo Sato | Penerjemah: M. Gunarsah | Penerbit: Elex Media Komputindo | Terbit: 1999 | Tebal: 194 hlm | Bintang: 3/5




Perjalanan Kindaichi bersama klub teater ke sebuah pulau terpencil disuguhi dengan aksi pembunuhan yang menyontek kisah Phantom of The Opera. Villa peninggalan bangsawan Zaman Meiji ini mempertontonkan kematian Orie sebagai awal pembunuhan beruntun. Latar belakang pembunuhan diperkirakan karena bunuh diri Fuyuko yang menutup umur dengan ‘mempertunjukkan’ dialog saat sang tokoh Phantom of The Opera memperlihatkan wajah buruknya.
 
Dendam Fuyuko masih membayangi klub teater dan Kindaichi berusaha mengungkap trik pembunuhan lampu sorot Erie, gantung diri Harumi dan pengaturan mayat Bu Natsuyo. Masih khas dengan kelamnya Kindaichi yang tersalur dengan baik melalui gambar. Saya sendiri sudah punya tebakan pelaku. Btw, baru sadar kalau penulis serial detektif kindaichi klasik dan seri return berbeda.

Share:

1Q84 Jilid 1

Judul: 1Q84 Jilid 1 | Penulis: Haruki Murakami | Penerjemah: Ribeka Ota | Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) | Terbit: Kedua, April 2016 | Tebal: vi + 516 hlm | Harga: Rp. 90.000 (Diskon 20% di Toko Buku Online) | Bintang: 4/5


“Ketajaman batin tidak pernah lahir dari lingkungan yang nyaman.” (Tengo – h.30)
Aomame merasa kehilangan momen ketika menyadari perubahan dengan seragam dan senjata Beretta Model 92 yang digunakan polisi. Ingatannya sama sekali tidak dapat menangkap peristiwa baku tembak di Danau Motosu yang menyebabkan perubahan tersebut, yang rasa-rasanya tidak mungkin dia lewatkan beritanya. Komponen dirinya pun seperti mengalami keanehan sejak mendengarkan Sinfonietta karya Janacek dalam sebuah taksi. Hari yang aneh!

"Jarum menembus kulit, menusuk titik tertentu di bagian bawah otak, dan menghentikan jantung sewajar memadamkan api lilin dengan sekali tiup. … Hanya Aomame yang mampu melakukannya, … karena ujung jarinya memiliki indera istimewa” (h. 61) Keahlian istimewa Aomame dan ingatan tentang nasib sahabat baiknya membuatnya menyetujui pekerjaan dari Wanita Tua. Pekerjaan membunuh pria-pria tak termaafkan yang dengan seenaknya melakukan kekerasan.
“dimana garis batas antara kegilaan dan sesuatu yang menyerupai kegilaan, Aomame tidak bisa melihatnya. Lagipula orang-orang yang dikirim ke dunia nun jauh oleh Aomame bersama wanita tua itu adalah para laki-laki yang, dipandang dari sudut mana pun, sama sekali tidak patut diberi belas kasihan.” (h.366)
Selain alur Aomame, penulis juga menyuguhkan alur Tengo, meski kaitan keduanya baru akan ditemukan menjelang akhir cerita jilid pertama. Tengo seorang penulis, mendapatkan tantangan dari Komatsu, untuk menulis ulang sebuah novel berjudul Kepompong Udara. Sebuah novel, dari naskah yang masuk di sayembara sastra, yang menarik bagi Tengo maupun Komatsu, si editor kawakan. Penulisan ulang ini menyalahi aturan tapi rasa penasaran terus menggempur diri Tengo.
“Yang kita lakukan sekadar mencoba memperbaiki karangan bercacat di sana sini yang ditulis oleh seorang siswa SMA agar menjadi karya yang lebih bermutu. Apa salahnya? Bukankah lebih dari cukup kalau karya hasil kerja sama kita bermutu tinggi dan dapat dinikmati banyak pembaca?” (Komatsu – h. 41)
Pertemuan Tengo dan Fuka-Eri, si penulis Kepompong Udara, semakin memperumit keadaan karena Fukada, nama aslinya, mengidap disleksia. “Fuka-Eri menderita disleksia dan tidak dapat membaca buku secara normal. Orang yang menderita disleksia pada dasarnya tidak dapat membaca dan menulis. Dapat dikatakan tidak ada masalah pda kecerdasannya, tapi butuh waktu lama untuk membaca.” Jika kondisi Fukada terungkap, maka penulisan ulang novel yang cemerlang tidak akan ada gunanya.

Namun, penerbitan Kepompong Udara harus terus dilakukan demi mendapatkan kepastian tentang keberadaan orangtua Fukada. Profesor, wali Fukada, mengungkap sebuah sejarah orangtua Fukada yang sampai saat ini tidak diketahui nasibnya. Novel Kepompong Udara dianggap sebagai salah satu jalan memancing media untuk selanjutnya, bisa menemukan keberadaan orangtua Fukada. Tujuan lebih besarnya lagi, adalah menyibak misteri komune Sakigake.
“Cerita yang menarik. Sangat sugestif. Tetapi sugesti apakah itu, sejujurnya saya tidak mengerti. Kambing buta bermakna apa, Orang Kecil itu apa, atau Kepompong Udara itu melambangkan apa.”
Kedatangan seorang gadis kecil di tempat penampungan Wanita Tua, menawarkan sebuah pekerjaan baru yang mengaitkannya dengan sejarah Sakigake. Jadi, secara perlahan tokoh Aomame dan Tengo digiring ke satu titik yang sama yaitu misteri komune Sakigake. “Apa yang sedang terjadi dalam komune, sama sekali tidak dapat diterka dari luar. Kalau Akebono yang militan berprinsip menutup diri, masih bisa dipahami. Tapi Sakigake hanya menjalankan pertanian organic dengan damai, … komune itu kelihatan bagaikan benteng.” (h.238)

Terlepas dari adegan-adegan vulgarnya, novel ini sangat menarik berbicara tentang banyak hal, sejarah, isu politik, kehidupan, misteri, kekerasan seksual, hukum, psikologis, sehingga membuat novel ini terkesan padat dan rumit. Settingnya mengambil tahun 1984 dan sepertinya terinspirasi oleh novel George Orwell, yang berjudul 1984. “Novel 1984, George Orwell menampilkan tokoh diktator yang disebut ‘Bung Besar’. Tentu saja alegori Stalinisme. Kemudian istilah ‘Bung Besar’ menjadi salah satu ikon social sejak terbitnya novel itu. Itu keberhasilan Orwell. Namun pada tahun 1984 yang nyata ini, Bung Besar sudah terlampau terkenal, terlampau mudah dilihat. Sebagai gantinya, mucul Orang Kecil.” (Profesor – h. 393)

Meski dipenuhi misteri dan kekelaman, ‘hubungan yang masih tertutup’ antara Aomame dan Tengo terasa menjadi pemanis dalam alur. Mengingat buku ini masih jilid pertama, sudah pasti isinya semacam ‘pengantar’ untuk menemukan plot besar dalam cerita. Komune Sakigake, Orangtua Fukada, Kelanjutan nasib Novel Kepompong Udara, Pelarian Fukada, Orang Kecil, bahkan apakah Aomame dan Tengo akan bertemu, semuanya masih menyimpan rasa penasaran yang besar.
“Profesor punya kekuatan besar dan kebijaksanaan dalam. Tapi Orang Kecil juga punya kebijaksanaan dalam dan kekuatan besar tidak kalah sama Profesor. Hati-hati di dalam hutam. Hal yang penting ada di dalam hutan dan di dalam hutan ada Orang Kecil. Untuk tidak dicederai Orang Kecil harus menemukan sesuatu yang tidak dimiliki Orang kecil.” (Fukada – h.500)

Share:

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

Popular Posts

Done!

2016 Reading Challenge

2016 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 60 books in 2016!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20