Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Friday, April 19, 2013

Cantik Itu Luka



Awalnya, latar sejarahnya yang membuat saya tertarik membaca Cantik Itu Luka. Saya selalu dibuat penasaran dengan novel berlatar sejarah, tentang bagaimana penulis akan meramu cerita fiksi dengan 'bungkus' sejarah yang benar-benar nyata. Ternyata, masa kolonial dan komunis yang menjadi latar sejarah tidak terlalu ditonjolkan oleh penulis, meski saya sempat dibuat  kaget plus tertawa dengan 'keusilan' penulis yang berkaitan dengan sejarah, seperti penolakan Sang Shodanko dengan gelar Panglima Besar dari Presiden Soekarno yang akhirnya dilimpahkan kepada Jenderal Sudirman, atau tingkah Kamerad Kliwon yang tidak mendapatkan korannya pada suatu pagi.

Seperti judulnya, Cantik Itu Luka, berkisah tentang kehidupan ibu-anak yang memiliki paras cantik. Dewi Ayu, Sang Ibu, dan ketiga anaknya, Alamanda, Adinda, Maya Dewi, memiliki bentuk fisik yang memukau, berkat keturunan Belanda dan atau Jepang yang mereka miliki. Sayangnya, kehidupan mereka tak seindah penampakannya. Bermula dari kebangkitan Dewi Ayu setelah 25 tahun dikubur, agak ajaib juga, tapi memang inilah salah satu bagian mistis dalam buku ini.Kebangkitannya ternyata sekalian membaca cerita masa lalunya yang mungkin sama sekali tidak memberikan ruang kebahagiaan.

Masa kependudukan Jepang menjadi permulaan beragam musibah dan kesedihan yang melanda kehidupan Dewi Ayu, mulai dari terpaksa menjadi pelacur di rumah Mama Kalong, hingga nasib anak-anaknya yang sama muramnya dengan Ibunya. Sebenarnya Dewi Ayu masih memiliki satu anak lagi, yaitu Si Cantik. Ironinya, Cantik tidaklah secantik namanya, wujudnya yang mengerikan kerap membuat sekitarnya menjerit atau berlari ketakutan. Namun, dari Cantik-lah Dewi Ayu berharap, anaknya yang buruk rupa ini tidak terkena kutukan karma yang terus mengikutinya.

Meski slogan 'don't judge book by it's cover' sering dikumandangkan, tapi melihat kevulgaran model di bagian sampul cukup mewakili gaya penulis menyampaikan kisah Dewi Ayu yang vulgar dan blak-blakan. Menariknya, membaca Cantik Itu Luka yang disampaikan dengan cara blak-blakan kadangkala membuat bibir sedikit tersungging 'menatap' keironian hidup Dewi Ayu dan anak-anaknya. Alur maju-mundur dengan balutan plot yang rumit, membuat saya harus sedikit berkonsentrasi supaya tidak kehilangan kejutan yang diselipkan dalam kisah yang memperlihatkan kebebasan fantasi Eka Kurniawan.

Judul: Cantik Itu Luka
Penulis: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetak:Ketiga, Februari 2012
Tebal: 481 hlm
Bintang: 3/5

Review diikutkan dalam Historical Fiction Challenges 2013 Edisi Bulan April


:: ingin buku seken/murah bermutu? mampir ke FB Parcel Buku yuk! ::
Share:

3 comments:

  1. aku beberapa kali mual baca buku ini mbak..

    ReplyDelete
  2. hehehe,,, iya sih, adegan plus2nya banyak, didukung ma bahsa yang vulga, beuh! jadinya eneg

    ReplyDelete
  3. Sudah lama banget ga mampir ke sini, kangen dengan review yang bisa dijadikan referensi untuk membeli buku. :)

    ReplyDelete

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Muslim Produktif - “Secara keseluruhan buku ini berisi tentang memahami bagaimana cara mengatur energi, fokus dan waktu kita agar dapat menjalani kehidupan yang produktif, ...
    5 days ago
  • [Ngoceh Buku] Sirkus Pohon - #NgobrolinBuku #SirkusPohon by #AndreaHirata (279/383) Tersingkaplah misteri kebencian Hobri pada pohon delima yang melibatkan Diana calon pengantinnya y...
    1 week ago
  • Ibu Pendidik Generasi Islam - “… mendidik seorang wanita itu sama saja dengan mendidik sebuah generasi.” ~ Prakata Penerbit Setinggi apapun pendidikan seorang anak, pengaruh besar...
    2 months ago
  • Teruslah Bertanya … - #CeritaBuku #DuniaSophie ​[511/785] ‘Tapi akan selalu menjadi watak dari akal manusia untuk menanyakan dari mana bola itu berasal. Itulah sebabnya mengapa ...
    5 months ago

Popular Posts

Done!

2017 Reading Challenge

2017 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 100 books in 2017!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20