Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Monday, September 12, 2016

The Cuckoo's Calling

Judul: Dekuk Burung Kukuk
Judul Asli: The Cuckoo's Calling
Penulis: Robert Gilbraith
Penerjemah: Siska Yuanita
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 520 hlm
Harga: Rp. 99.000 (Diskon di Toko Buku Online)
Bintang: 3/5



Kasus pembunuhan yang disamarkan dengan bunuh diri selalu menarik karena pelaku ingin ‘melenyapkan’ dirinya. Berbeda dengan kasus pembunuhan yang nyata dibunuh, karena penyelidik langsung akan bekerja mencari tersangka. Sedangkan kasus bunuh diri, akan menjadi ‘ajang’ tebak-tebakan, apakah memang bunuh diri atau dilakukan oleh pihak lain dengan sengaja? Kasus bunuh diri juga akan banyak berkisah tentang psikologis korban, untuk menemukan  alasan apa yang digunakan korban untuk pilihan kematiannya.
Kedatangan John Bristow ke kantor detektif partikelir Cormoran Strike menjadi awal keterlibatannya dengan kasus bunuh diri model ternama, Lula Laundry. Vonis bunuh diri yang diberikan polisi ternyata masih menyimpan misteri dan kejanggalan. Histeria Tansy Bestigui dengan pengakuannya mendengar pertengkaran di flat atas, sebelum tubuh Lula melayang dan membentur aspal, menyimpan tanda tanya di benak Strike.
Keganjilan juga terus muncul ketika Strike mulai melakukan penelusuran kejadian dan kehidupan Lula Laundry. Latar belakang Lula sebagai anak angkat Lady Bristow menjadi alasan kematian dan kondisi kesehatannya. Hidup dalam keluarga kulit putih, sedangkan dirinya adalah kulit hitam, menjadikan kondisi psikologisnya labil dan mengidap bipolar. Alasan yang dianggap menjadi penyebab keinginan bunuh diri Lula, tapi di sisi lain, banyak juga ‘mulut-mulut’ yang keberatan dan menyangkal karena kondisi Lula pada hari kejadian sedang bahagia.
“Yang mati hanya bisa berbicara melalui mulut orang-orang yang ditinggalkan, dan melalui tanda-tanda yang terserak di belakang mereka.” (h.325)
Ada bagian dimana saat melihat vonis bunuh diri yang dilekatkan pada kasus Lula, Strike teringat pada kematian ibunya, seorang grupie yang meninggal disebabkan over dosis. Sayangnya, keyakinan Strike berkata lain, ada sesuatu yang menurutnya tidak sesuai dengan kebiasaan sang ibu. Pemikiran detektif seperti inilah yang membuatnya memutuskan keluar dari kuliah dan memilih pendidikan Angkatan Darat. Bayangan kematian si Ibu memberikan stimulus pada Strike untuk tetap melanjutkan penyelidikan pada kasus Lula, yang kemudian menggiringnya pada pelaku tak diduga.
Alur penyelidikan Strike terasa sangat lambat, bahkan ‘kehadirannya’ hampir terkalahkan dengan alur tentang kondisi psikologi Strike yang menyita banyak halaman. Robert Gilbraith, nama alias JK. Rowling, seperti keasyikan menceritakan latar belakang karakter Strike. Setengah bagian buku menampilkan kekalutan diri Strike saat mempertahankan 'kenormalannya', sedangkan menurut saya penceritaan karakter Strike terlalu berlebihan dan ada pengulangan-pengulangan yang agak membosankan, tapi di sisi lain, bisa jadi pengulangan memang kerap terjadi pada sosok yang memiliki trauma masa silam.
 “Kupikir kau sedang mencari pembunuh?”
“Aku mencari kebenaran.” (h. 396)
Bagi saya sendiri, kasus baru terasa menarik dan fokus saat penemuan mayat tenggelam, yang sekaligus menjadi kasus pembunuhan kedua, dan ini baru terjadi setelah hampir 75% saya menyelesaikan bacaan. Pelaku juga lumayan mengejutkan, meski tertebak sebelum namanya benar-benar disebutkan. Saya yang terbiasa membaca buku misteri-detektif dengan alur yang cepat menjadi agak bosan, meski tetap ingin menyelesaikan buku karena penasaran dengan, bagaimana JK. Rowling meracik novel detektif pertamanya yang saya baca.
Saat membaca buku ini, sempat terpikir, sepertinya Rowling lebih berbakat menulis novel dramatis dengan alur lambat, karena kepandaiannya mendeskripsikan situasi dan meramu karakter tokoh secara perlahan, seperti karyanya yang berjudul The Casual Vacancy. Tapi untuk jenis novel misteri-detektif, saya masih belum bisa menemukan sesuatu yang spesial. Masih berharap The Silkworm, seri kedua Cormonor Strike, lebih menarik daripada seri pertamanya, karena akan menjadi pertimbangan untuk memutuskan, apakah akan berlanjut mengikuti petualangan Cormonor Strike.
Share:

2 comments:

  1. Wah hana jadi inget kesetiaan mr x.. Alurnya juga lambat mba.. Seru dan cepet pas di akhir. Hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. salah satu buku yan jadi inceran, soalnya liat review di GR kebanyakan positif

      Delete

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Ibu Pendidik Generasi Islam - “… mendidik seorang wanita itu sama saja dengan mendidik sebuah generasi.” ~ Prakata Penerbit Setinggi apapun pendidikan seorang anak, pengaruh besar...
    5 weeks ago
  • [Ngoceh Buku] Salju Part #3 - #IsiBuku *#SaljuOrhanPamuk* (209/731) . . Semakin berat makna isi dari pemikiran dan dialog Ka, tapi juga semakin menghanyutkan dalam pelitnya konflik. Ma...
    1 month ago
  • Ummu Salamah - “Di antara keutamaan istri-istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah mereka lebih memilih Allah dan Rasul-Nya.” ~ h.19 Berpredikat Ummahatul ...
    1 month ago
  • Teruslah Bertanya … - #CeritaBuku #DuniaSophie ​[511/785] ‘Tapi akan selalu menjadi watak dari akal manusia untuk menanyakan dari mana bola itu berasal. Itulah sebabnya mengapa ...
    4 months ago

Popular Posts

Done!

2017 Reading Challenge

2017 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 100 books in 2017!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20