Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Friday, April 29, 2016

MENCERNA HIDUP DARI KEPALA SALVA

Judul: Di Tanah Lada
Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Editor: Mirna Yulistianti
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-1896-7
Cetak: Pertama, Agustus 2015
Tebal: 244 hlm
Bintang: 3/5
Harga: Rp. 58.000 (Diskon di Toko Buku Online)



“Aku menangis karena orang dewasa tidak mengerti kalau aku juga punya kepentingan. Kalau aku juga punya sesuatu yang ingin kuselamatkan. Aku menangis karena orang dewasa tidak mengerti apa-apa” (h. 92)

Masa kecil Salva tidak terlalu menyenangkan, dengan Ayah seorang penjudi dan pemabuk yang suka sekali marah dan main tangan. Mama adalah pelindung dan penjaga Salva. Fakta yang membuat isi kepala Salva yang sederhana memandang bahwa Papa-Mama bukanlah panggilan keluarga, tapi sebagai label sosok Jahat-Baik.

Kepindahan Salva ke Rusun Nero, bersama Papa Mama, menjadi titik balik kehidupannya. Pertemuan dengan P, bocah lelaki dari Rusun Nero, adalah awalan hal-hal baru dalam kehidupan Salva. Sejak saat itu juga, posisi Mama yang selalu berada di samping Salva tergantikan oleh P. Bersama P, Salva membahas isi kepalanya dan mengenal penghuni Rusun Nero, termasuk Kak Suri dan Mas Alri.

“Aku bilang ke Kakek Kia, sulit sekali menemukan “kebenaran” dalam kamus. Lalu, dia tampak sedikit sedih. Dan, kata Kakek Kia, ‘Lebih sulit lagi menemukannya di dunia nyata.’ Lalu, aku bilang, ‘Tapi, yang di kamus ketemu, Yang di dunia nyata juga bisa ketemu, kan?’” (h.210)

Salva sangat menyukai kamus bahasa Indonesia. Setiap kata baru yang ditemukan/didengarnya akan dicari di kamus hadiah Kakek Kia. Kesenangan yang agak aneh untuk bocah berumur 6 tahun. Tapi, sisi inilah yang membuat cerita menarik. Nalar Salva dalam mengartikan kata seperti permainan menantang logika.

“Mama mulai tampak cemas karena daerah yang kami lewati tampak mencurigakan. Mencurigakan berarti ‘menimbulkan curiga’ dan curiga berarti ‘berhati-hati atau berwas-was karena khawatir; kurang percaya atau sangsi terhadap kebenaran atau kejujuran seseorang’. Kalau menurut penjelasan itu, kurasa Mama juga seharusnya berpendapat bahwa Papa mencurigakan. Menurutku, Papa mencurigakan karena aku selalu kurang percaya terhadap kebenaran atau kejujuran dia.” (h.12)

Salva cerdas, meski tetap memiliki daya nalar anak-anak ketika menerjemahkan keadaan atau perkataan orang dewasa. Kebiasaan meracau Salva menjadi penguat dari kekhasan pola pikir anak-anak yang masih suka ngalor-ngidul. Sayangnya, kekhasan itu tidak bertahan lama. Kebersamaan Salva dengan P sering menipiskan karakter anak-anak dalam diri mereka. Di beberapa bagian, terkadang saya agak sulit membayangkan perkataan/pemikiran itu keluar dari kepala anak usia 6 dan 10 tahun.

Bagian yang agak janggal, saat Mama yang sebegitu khawatir dan stresnya atas kepergian Salva bersama P, dan mendapat kabar sudah ditemukan di stasiun, malah pasrah menitipkan anaknya pada Mas Alri, orang yang sama sekali tidak dikenalnya, ke rumah Nenek Isma di pulau seberang. Apapun alasannya, jika saya tiba-tiba kehilangan anak, kemudian ditemukan, sudah pasti ingin segera memeluk anak dan meluncur ke lokasi, apalagi jaraknya yang masih terjangkau.

Terlepas dari segala kekurangannya, Di Tanah Lada menyindir para manusia dewasa yang sering lupa bahwa anak-anak juga memiliki keinginan, mempunyai kepentingan. Hanya karena dianggap masih bau kencur, segala keputusan diambil tanpa melihat si anak. Padahal sebenarnya anak sudah bisa berpikir dan menilai kejadian di sekitarnya. Anak bukan barang yang bisa seenaknya ditinggalkan dan diambil sesuka hati.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Ibu Pendidik Generasi Islam - “… mendidik seorang wanita itu sama saja dengan mendidik sebuah generasi.” ~ Prakata Penerbit Setinggi apapun pendidikan seorang anak, pengaruh besar...
    5 days ago
  • [Ngoceh Buku] Salju Part #3 - #IsiBuku *#SaljuOrhanPamuk* (209/731) . . Semakin berat makna isi dari pemikiran dan dialog Ka, tapi juga semakin menghanyutkan dalam pelitnya konflik. Ma...
    1 week ago
  • Ummu Salamah - “Di antara keutamaan istri-istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah mereka lebih memilih Allah dan Rasul-Nya.” ~ h.19 Berpredikat Ummahatul ...
    3 weeks ago
  • Teruslah Bertanya … - #CeritaBuku #DuniaSophie ​[511/785] ‘Tapi akan selalu menjadi watak dari akal manusia untuk menanyakan dari mana bola itu berasal. Itulah sebabnya mengapa ...
    3 months ago

Popular Posts

Done!

2017 Reading Challenge

2017 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 100 books in 2017!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20