Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Monday, April 8, 2013

The Postmistress


"Hingga saat ini, kematian sudah tidak lagi menjadi sesuatu yang mengejutkan. Setiap orang memiliki kisahnya sendiri-sendiri: ada beribu-ribu kematian yang terekam di hati kota London. Tapi, sejak hari pertama tahun itu, Hitler benar-benar membuat London senewen." [h.253]
Sebelum segala teknologi dengan kecanggihannya berkirim pesan seperti saat ini, dunia pos menjadi
andalan bagi manusia untuk menyampaikan surat. Pesan manual inipun menjadi begitu berharga dan jasa seorang tukang pos menjadi sangat penting. Tapi, bagaimana jika kemudian seorang tukang pos 'menyimpan' sebuah surat dan tidak menyerahkannya pada si penerima? Iris James, seorang tukang pos di Franklin, Messachussetts, menjalankan perannya dengan sangat memuja keteraturan. Semua berjalan tertib dan rapi di bawah kendalinya.

Perang Dunia I menciptakan kegelisahan seluruh penduduk London, tak terkecuali warga Franklin. Perang pun berdampak pada pasangan pengantin baru, Will dan Emma Finch. Keterlambatan diagnosis Will pada Maggie, memberikan beban kesalahan yang begitu besar baginya. Keputusan Will pergi ke medan perang, seperti upaya "membayar kesalahan"-nya. Sedihnya, Emma yang baru menjejakkan kaki di Franklin harus menanggung kesendiriannya bersama janin yang sedang dikandungnya, sebelum Will mengetahuinya.

Kota Franklin mengikuti perkembangan perang lewat suara Frankie Bard, seorang reporter sebuah radio. Aktivitasnya yang kerap bersentuhan dengan berita perang membuatnya terobsesi untuk terjun langsung dan mengetahui kondisi sebenarnya.  Hingga datang penugasan dari radio tempatnya bekerja untuk meliput kondisi para pengungsi yahudi yang saat itu mengalami pengusiran besar-besaran dari Jerman. Perjalanan dan profesi Frankie sedikit mengingatkan pada novel Sarah Key's. Frankie melakukan perjalanan dengan merekam perkenalan, percakapan, atau cerita hidup pada pengungsi Yahudi.

Mengambil latar perang, cerita berjalan dengan suram dan sarat kesedihan. Perjalanan liputan Frankie, beban dan kesedihan Will, kesendirian Emma, dilema Iris James, masing-masing tokoh menyampaikan kesuraman dari sudut panjang yang berbeda. Masih ada satu tokoh lagi, Otto, sosok misterius yang kerap sendiri dan digosipkan sebagai seorang mata-mata Jerman. Masing-masing tokoh utama terhubung oleh surat hingga akhir cerita yang menyimpan kematian.
Judul: The Postmistress
Penulis: Sarah Blake
Penerjemah:  Meggy Soejatmiko
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetak: 2012
Tebal: 588 hlm
Bintang: 3/5

Resensi diikutkan Historical Fiction Challenges 2013 edisi Bulan April 



 
:: ingin buku seken/murah bermutu? mampir ke FB Parcel Buku yuk! ::
Share:

0 komentar:

Post a Comment

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Think Dinar! - Judul: Think Dinar! | Penulis: Endy J. Kurniawan | Editor: Asma Nadia | Penerbit: *AsmaNadia Publishing* | Terbit: Ketujuh, Juni 2012 | Tebal: xxii + 298 h...
    6 months ago
  • Wonderful Life - Judul: *Wonderful Life* | Penulis: Amalia Prabowo | Penyunting: Hariadhi & Pax Benedanto | Penerbit: POP | Terbit: 2015 | Tebal: 169 hlm | Harga: Rp. 50.00...
    6 months ago
  • [Coretan Iseng] Pena Atau Mesin ?? - Ada petikan menarik dari buku 1Q84 Jilid 1, Kalimat yang persis sama, saat dibaca pada layar mesin ketik elektronik dan dibaca pada kertas, memberi kesan y...
    7 months ago

Popular Posts

Done!

2016 Reading Challenge

2016 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 60 books in 2016!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20