Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Wednesday, November 14, 2012

Dunia Adin



Sangkaan awalku melihat dan membaca judul "Dunia Adin" adalah cerita tentang anak yang mengidap autis. Ternyata salah besar, Adin adalah bocah perempuan lucu berusia 6 tahun yang memiliki kejelian dan empati yang besar pada sekitarnya. Memancing senyum dan terasa sangat manis membaca tingkah polah Adin bersama sahabatnya, Coki.
"Nama kamu, kok, kaya gitu, sih?" .... "Itu, kan, nama bapak-bapak" [h. 125]
Saya tertawa kecil, membaca ucapan Adin yang ditujukan kepada teman barunya yang bernama Bambang. Hihihi.... tanggapan yang tak saya sangka akan diucapkan Adin. Itulah anak-anak, dari bibirnya kerap mengeluarkan ungkapan atau pertanyaan sederhana yang sering sama sekali tak terbayangkan.

Aktivitas menggambar adalah salah satu bagian cerita Adin yang saya sukai. Papip dan Mamim (panggilan orangtua Adin) memberikan kebebasan berekspresi pada Adin dengan sangat mengagumkan. Adin bebas menggambar dinding kamarnya, turut melibatkan diri ketika Adin mulai berimajinasi, bahkan menciptakan dan mengajak Adin masuk dalam analogi/ imajinasi cerita mereka. Pendidikan keluarga yang menarik dan layak untuk diterapkan.

Sisi empati dan cara berpikir sederhana dari anak-anak juga diperlihatkan lewat kisah Maub-Maub, Melati Jepang, dan si Pu. Cara Adin memperlihatkan empatinya pun terkadang penuh kejutan, seperti membawa pensil warna supaya Melati Jepang milik Tante Naomi tidak mati. Empati pun ditunjukkan Adin pada benda-benda tak bernyawa. Perlakuan Adin pada genangan atau lampu menunjukkan sebentuk kasih sayang yang sering terlewatkan mata orang-orang dewasa, dan gaya "memanusiakan" benda-benda mati tersebut mengingatkan saya dengan Salamatahari

Adin memperlihatkan bagaimana karakter anak terbentuk dari pengaruh orang-orang di sekitarnya, terutama orangtua. Meski Dunia Adin dilabeli sebagai dongeng dan Cerita Anak, saya pribadi malah lebih merasa buku ini lebih dibutuhkan para orangtua dibandingkan anak-anak. Sedikit kekurangan dari Dunia Adin, tidak terwakilinya karakter anak nakal. Semua anak memperlihatkan karakter yang baik-baik, tokoh Kak Barry yang iseng pun menurut saya masih dalam taraf biasa saja. Didukung dengan ilustrasi yang cantik, kisah Adin memberikan wacana yang menarik untuk diresapi setiap orangtua.

Judul: Dunia Adin
Penulis: Sundea
Ilustrasi: Triyadi Guntur W.
Penerbit: Read!
Cetak: Pertama, September 2007
Tebal: 264 hlm
Bintang: 3/5
Share:

0 komentar:

Post a Comment

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Think Dinar! - Judul: Think Dinar! | Penulis: Endy J. Kurniawan | Editor: Asma Nadia | Penerbit: *AsmaNadia Publishing* | Terbit: Ketujuh, Juni 2012 | Tebal: xxii + 298 h...
    4 months ago
  • Wonderful Life - Judul: *Wonderful Life* | Penulis: Amalia Prabowo | Penyunting: Hariadhi & Pax Benedanto | Penerbit: POP | Terbit: 2015 | Tebal: 169 hlm | Harga: Rp. 50.00...
    4 months ago
  • [Coretan Iseng] Pena Atau Mesin ?? - Ada petikan menarik dari buku 1Q84 Jilid 1, Kalimat yang persis sama, saat dibaca pada layar mesin ketik elektronik dan dibaca pada kertas, memberi kesan y...
    5 months ago

Popular Posts

Done!

2016 Reading Challenge

2016 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 60 books in 2016!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20