Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Monday, May 21, 2012

Xar & Vichattan; Takhta Cahaya



Serangan tiba-tiba yang terjadi pada kedua pemimpin Kuil Xar & Vichattan ternyata menjadi pertanda kebangkitan Kuil Kegelapan. Khalash, sang pemimpin Kuil Kegelapan berhasil lolos dari kematian pada peperangan 7 tahun silam melawan gabungan kekuatan Kuil Xar, Vichattan dan Cahaya. Sayangnya, saat peperangan tersebut Kuil Cahaya juga mengalami kejatuhan. Dengan tiadanya bantuan kekuatan Cahaya, Kuil Xar & Vichattan harus pontang-panting melawan kehebatan dari para pengikut Khalash.
 

Tak disangka,Pendeta Luscia yang dahulunya pernah melawan Khalash, menyembunyikan sebuah wasiat berisikan pesan yang harus dilakukan para pewaris Kuil Cahaya. Lewat nyanyian merdu, dipanggil-lah sosok-sosok yang terpilih sebagai pewaris dan mereka adalah empat bocah keturunan pemimpin Kuil Xar & Vichattan. Gerome, Antessa, Kara, dan Dalrin, adalah bocah-bocah yang terpilih untuk membangkitkan kembali Kuil Cahaya demi melawan kekuatan Kuil Kegelapan. Tugas itulah yang mengantarkan mereka ke petualangan yang tidak hanya melelahkan tapi juga mengancam nyawa mereka.




Serial Xar & Vichattan garapan Bonmedo Tambunan ini terdiri dari 3 buku. Takhta Cahaya sendiri adalah seri pertama dari petualangan ahli waris cahaya, mungkin itulah sebabnya, penulis sering memaparkan dan menggambarkan secara detail karakter dan kekuatan masing-masing tokoh.  Meski alur di pertengahan cerita terpecah menjadi dua bagian, tidak menimbulkan kebingungan dalam mengikuti petualangan dalam masing-masing bagian. Petualangan para pewaris cahaya dalam misi membangunkan Amor-Pietas, kunci pembuka Kuil Cahaya; diceritakan secara selang-seling dengan aksi perlawanan dan taktik Kuil Xar & Vichattan memperlambat serangan dari Kuil Kegelapan yang sementara tanpa bantuan Kuil Cahaya.
 

Ceritanya seru dan sangat mengalir, hanya saja saya agak kesulitan mengingat nama tokoh terutama para prajurit Kuil Xar & Vichattan. Ditambah lagi, ukuran font yang mungil lumayan membuat mata agak ngotot terutama untuk saya yang bermata ‘minus’ efeknya dibutuhkan beberapa kali waktu istirahat selama membacanya.

Judul: Xar & Vichattan, Takhta Cahaya 
Penulis: Bonmedo Tambunan
Penyunting: Lutfi Jayadi & Ratri Adityarani
Penerbit: Adhika Pustaka
Cetak: Kedua, Juli 2010
Tebal: 340 hlm
Bintang: ***

Seri Ahli Waris Cahaya Lainnya:
Prahara; Empat Tubuh Statera

:: ingin buku seken/murah bermutu? mampir ke FB Parcel Buku yuk! ::
Share:

0 komentar:

Post a Comment

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Think Dinar! - Judul: Think Dinar! | Penulis: Endy J. Kurniawan | Editor: Asma Nadia | Penerbit: *AsmaNadia Publishing* | Terbit: Ketujuh, Juni 2012 | Tebal: xxii + 298 h...
    6 months ago
  • Wonderful Life - Judul: *Wonderful Life* | Penulis: Amalia Prabowo | Penyunting: Hariadhi & Pax Benedanto | Penerbit: POP | Terbit: 2015 | Tebal: 169 hlm | Harga: Rp. 50.00...
    6 months ago
  • [Coretan Iseng] Pena Atau Mesin ?? - Ada petikan menarik dari buku 1Q84 Jilid 1, Kalimat yang persis sama, saat dibaca pada layar mesin ketik elektronik dan dibaca pada kertas, memberi kesan y...
    7 months ago

Popular Posts

Done!

2016 Reading Challenge

2016 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 60 books in 2016!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20