Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Thursday, January 13, 2011

Burung-Burung Kecil


Membaca buku ini mengingatkan pada sinopsis Rumah Seribu Malaikat yang ditulis oleh Yuli Badawi dan Hermawan Aksan. Walaupun saya sendiri belum membaca buku tersebut, tetapi keduanya memiliki kemiripan, yaitu memiliki ketulusan hati untuk menampung anak-anak yang kehilangan kasih sayang.

Hanya saja, buku ini lebih bersifat fiksi, di mana terdapat tokoh yang dipanggil Ibu, yang bersedia memberikan tempat dan kasih sayangnya untuk anak-anak jalanan atau anak yang dititipkan oleh orang tuanya yang tidak mampu. Ibu yang memiliki lima rumah penampungan berusaha memenuhi segala kebutuhan ‘anak-anak’nya dengan segala keterbatasan dan bantuan donatur. Salah satu ‘anak’ yang teramat disayanginya adalah Eges.

Eges adalah bocah yang bercita-cita menjadi orang kaya yang bisa membuat ‘hujan’ duit. Sosoknya menjadi gambaran kehidupan jalanan dengan karakternya yang terkesan jumawa tapi tetap membutuhkan kasih sayang Ibu. Berbeda dengan bocah yang lain, Eges lebih cenderung memilih untuk tidak menetap di rumah singgah, hanya sekadar mampir ketika merindukan Ibu dan mengisi celengan.

Buku yang ditulis Kembangmanggis, nama pena dari Baby Ahnan ini, banyak berkisah tentang kehidupan jalanan dan rumah penampungan ini juga menunjukkan bagaimana Ibu ketika harus berhadapan dengan kenakalan anak-anak. Seperti ketika Ibu mengadakan sayembara menjaga jambu air tetangga untuk mensiasati kebiasaan mereka mengambil buah tersebut, atau ketika Ibu menunjukkan ketegasannya dalam menghadapi Udin yang kerap bermasalah.

Kisah Burung-burung Kecil merupakan naskah pemenang Sayembara Mengarang Novelet majalah FEMINA, tahun 1990, yang kala itu diketuai oleh Prof. Dr. Umar Kayam dan dikoordinir oleh Soekamto S.A. Sebagai pemenang, kisah dalam buku ini memang menawarkan sesuatu yang spesial di balik kesederhanaan alur cerita. Walaupun ceritanya anak jalanannya tidak segahar Daun di Atas Bantal, saya rasa cerita dalam buku ini sangat layak untuk dijadikan film yang sekiranya akan sangat menarik dan menggugah.

Judul : Burung-Burung Kecil
Penulis : Kembangmanggis
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Juni 2002
Tebal : 120 halaman
Harga : Rp. 7.000 [Event Gramed]

kunjungi: http://parcelbuku.com
Share:

0 komentar:

Post a Comment

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Ibu Pendidik Generasi Islam - “… mendidik seorang wanita itu sama saja dengan mendidik sebuah generasi.” ~ Prakata Penerbit Setinggi apapun pendidikan seorang anak, pengaruh besar...
    3 days ago
  • [Ngoceh Buku] Salju Part #3 - #IsiBuku *#SaljuOrhanPamuk* (209/731) . . Semakin berat makna isi dari pemikiran dan dialog Ka, tapi juga semakin menghanyutkan dalam pelitnya konflik. Ma...
    1 week ago
  • Ummu Salamah - “Di antara keutamaan istri-istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah mereka lebih memilih Allah dan Rasul-Nya.” ~ h.19 Berpredikat Ummahatul ...
    3 weeks ago
  • Teruslah Bertanya … - #CeritaBuku #DuniaSophie ​[511/785] ‘Tapi akan selalu menjadi watak dari akal manusia untuk menanyakan dari mana bola itu berasal. Itulah sebabnya mengapa ...
    3 months ago

Popular Posts

Done!

2017 Reading Challenge

2017 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 100 books in 2017!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20