Blue Remembered Heels; Sepatu Biru Kenangan




Awalnya saya sangat tertarik dengan buku ini dikarenakan desain sampulnya yang misterius...hehey, terkadang saiyah memang masih menganut, “Judge book by it’s cover”. Desain sampul ini saya lihat pertama kali di blog Mbak Anne, yang memang perancang dari desain sampul bergambar sepatu biru ini.

Saya sendiri begitu terobsesi dengan gambar sepatu ini, karena teringat dengan desain sampul versi lama buku karya Agatha Christie yang diterbitkan GPU. Buku Catatan Josephine, itulah judul dari buku Agatha Christie yang menjadi salah satu ccerita favorit saya.



Sama-sama terdapat sebuah sepatu di sana, hanya saja nuansa suram, khas cerita thriller, lebih terasa di sampul milik Agatha Christie. Namun bagaimanapun, gambar sepatu biru itu sukses membuat saya penasaran dengan isi cerita.

Selain karena faktor sampul, sinopsis buku ini yang berbau detektif sangat menarik. Apalagi di situ terdapat sesuatu yang unik, yaitu salah satu tokoh tidak bisa berbohong karena terkena sambar petir, Abbey. Walaupun rasa penasaran selalu muncul setiap melihat buku ini, keinginan membeli masih belum terlaksana.

Hingga akhirnya yang sukses membuat saya memutuskan membeli buku ini adalah saat mampir ke stand matahati di PBJ kemarin, harga Rp. 10.000 menmpel pada buku ini, segera saya sambar dan membawa buku ini ke kasir bersama The Help.

Hahaha… akhirnya duitlah yang memiliki peran penting dalam proses mendapatkan buku ini :P

Okey, baiklah… saatnya “menilai” isi cerita.

Hal yang paling menyusahkan pada diriku adalah kegemaran untuk memiliki imajinasi sendiri tentang buku yang akan dan sedang kubaca dan akan memberi efek tertentu. Gembira saat cerita dalam buku tersebut sesuai atau malah lebih memukau dibanding bayanganku. Kecewa saat melihat alur cerita yang ternyata jauh dari “keinginan”ku. Buku ini termasuk pemberi efek dalam kategori kedua.

Mungkin karena penilaianku yang berlebihan, imajinasiku yang melambung-lambung, atau bisa jadi karena pengaruh cerita Agatha Christie yang sedari awal turut andil dalam niat pembelian, sehingga sukses membuat saya kecewa. Hiks!

Kisah dalam buku ini kurang lebih tentang tiga bersaudara, Charlie, Abbey, dan Kip, yang melakukan penipuan untuk mendapatkan uang demi dapat membeli sebuah rumah peternakan. Semua berjalan lancar hingga tragedi Abbey tersambar petir membuat rencana mulai berantakan. Akibat sambaran petir inilah, Abbey tidak lagi dapat berbohong, dan hal ini sangat berdampak bagi kelangsungan “usaha” mereka.

Di sisi lain, ternyata konflik dengan Freddie malah membuka cerita misteri yang menyelimuti masa lalu dari ketiga bersaudara ini.

Namun, kalau menurutku pribadi, dalam buku ini bukanlah kejujuran Abbey yang membawa bencana, tetapi lebih karena nasib sial saat samaran Cherlie sebagai Lady terkuak. Petaka ini yang membuat Freddie, korban penipuan ketiga yang juga seorang pembunuh, sangat berang. Di sini tragedi ‘tidak dapat berbohong’nya Abbey tidak membuat cerita menjadi menegang, malah cenderung biasa saja.

Konflik demi konflik tidak membuat saya merasa dag-dig-dug-der karena semua berjalan flat, karena kebetulan sangat berperan dalam cerita. Sepatu biru yang menjadi perlambang dalam buku ini, juga hanya muncul dalam imajinasi Abbey. Padahal harapan saya saat mayat sang ibu diketemukan, terdapat bukti sepatu biru yang selama ini menghantui Abbey, dan bukannya malah perhiasan. Yah, kekecewaan saya tak terobati hingga di akhir berita.

Walaupun kekecewaan memenuhi kepalaku *halah!* Satu poin yang masih menjadi nilai plus dari novel ini, saya masih menyukai gambar sepatu biru di bagian sampul depan buku :P

Judul : Blue Remembered Heels; Sepatu Biru Kenangan
Penulis : Nell Dixon
Penerjemah: Tisa Anggriani
Penyunting: Lulu Fitri Rahmah
Korektor: Elvina Alianto
Desain sampul: Anne Mariane
Penerbit : M-Pop [Lini Penerbit Matahati]
Terbit : Maret 2010
Tebal : 312 halaman

kunjungi: http://parcelbuku.com

***

Eh ternyata masih ada yang bersedia memberiku award ^^

Hadiah ini datangnya dari Sivi, teman blogger sekaligus kawan di GoodReads



Award ini aku persembahkan untuk siapapun yang berkomentar di blog ini, karena komentarmu dalah bentuk kepedulian kepada saya ^^

Ada sedikit aturan permainan dalam award yang satu ini...

Aturan Main :
Bagi sobat yang menerima award ini diharuskan untuk membagikan kembali award ini kepada lima orang temannya. Selanjutnya, sobat penerima award harus meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel masing-masing:

1. BOOK ONLINE
2. Kotak Kecil Sang Pemimpi
3. http://denchiel78.blogspot.com/
4. Sivi's World
5. Jendelaku Menatap Dunia

Caranya,,,
- hapus Link nomor 1 dari daftar
-Semua Link dinaikkan 1 LeveL ( Link nomor 2 jadi nomor 1,, yang nomor 3 jadi nomor 2,yang nomor 4 jadi nomor 3,, yang ke-5 naik jadi ke-4,, dan yang paLing bawah kosong)
-Isi tempat nomor 5 dengan Link kamu (penerima award ini) di jalankan okey..!!

Comments

  1. Eh, kapan hari aku juga sempat tertarik pada buku ini. Alasannya sama, gara2 cover dengan sepatu birunya itu. Biasa kan, saat ke Gramed selalu menyusuri rak-rak, pasti pandangan akan lebih dulu tertumbuk pada cover yang eye-catching. Tapi untungnya aku gak tertipu kayak dirimu, Sin. hehehe... Entah kenapa, aku jadi gak tertarik setelah baca sinopsisnya, dan karena aku gak kenal pengarangnya. Untung deh gak jadi beli...

    Btw, Buku Catatan Josephine juga salah satu karya Agatha fave-ku.

    ReplyDelete
  2. trakhir beli buku, beli majalah ide bisnis :)

    bajuqueen.blogspot.com

    mmpir dsini dn beli y mksih

    ReplyDelete
  3. Huaaaa...Catatan Josephine juga buku AC favoritku :D.

    ReplyDelete

Post a Comment

What Do You Things?