Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Sunday, February 8, 2009

Ma Yan


Judul: Ma Yan
Penulis: Sanie B. Kuncoro
Editor: Rahmat Widada
Penerbit: Bentang
Cetakan: Pertama, Januari 2009
Tebal: 214 halaman

"Ibu, Kumohon jangan hentikan langkahku. Aku akan tetap bersekolah, aku harus terus bersekolah! Lakukan sesuatu Ibu, sehingga aku bisa tetap meneruskan sekolahku. Lakukan apa saja, Ibu, meski itu harus mengosongkan mangkok nasiku" hal 137

Ma Yan, seorang gadis kecil Zhangjiashu yang menyimpan bara semangat untuk sekolah, walaupun dia harus berperang dengan kemiskinan. Di sisi lain, Bai Juhua, ibu Ma Yan, seorang wanita tangguh yang memperjuangkan anak-anaknya agar dapat memperoleh pendidikan sebaik-baiknya. Apapun akan dilakukan Juhua untuk memberikan kehidupan bermasa depan kepada putra putrinya. Sungguh sangat melelahkan hidup dibayangi dengan kebodohan dan kemiskinan. Itulah yang membuat Juhua tak rela, jika anaknya harus mengalami nasib yang sama seperti dia dan suaminya, Ma Dongji.

Namun, berhadapan dengan "kuasa" kemiskinan sempat membuat Bai Juhua putus asa. Ladang seluas 6 mu, sungguh tak dapat diharapkan. Ma Dongji pun harus bolak-balik ke kota untuk menjadi kuli di proyek konsultan. Itu pun Dongji harus rela jika dia menjadi korban kenakalan mandor yang memotong upah, atau bahkan tidak memberi upah.


Keputus-asaan Bai Juhua berujung dengan pilihan mematahkan semangat sang putri. Semangat yang harus dicabut karena kemiskinan dan garis perempuan. Garis yang mengukir "Perempuan tak layak mendapat pendidikan seperti laki-laki". Namun, bukan buku yang layak jual kalau Ma Yan menyerah dengan keputusan ibunya. Dan kisah pun berlanjut dengan perjuangan yang lebih keras antara ibu dan anak untuk menjemput sang ilmu lewat sekolah.

***

Buku ini memberikan beragam “rasa” kisah tentang semangat, keteguhan, kepedulian, kepasrahan sekaligus kelelahan dan putus asa. Namun, ada sedikit keganjilan dalam buku ini, seperti saat Ma Yan dipanggil ibunya ketika dia sedang menonton kartun di televisi [hal 85]. Mengingat betapa miskinnya keluarga ini, televisi bukan lah kebutuhan primer yang “pantas” untuk dimiliki.

Dari buku ini pembaca akan mendapat gambaran tentang kepedihan seorang pemetik fa cai, tanaman yang dianggap memiliki keberuntungan, namun sayang keberuntungan tersebut tak berlaku atas nasib para pemetiknya.

“Bagi mereka semua [pemetik fa cai] arti fa cai bukanlah “menjadi kaya” melainkan 'bertahan hidup'.…….Entah apakah para petualang kuliner tersebut tahu atau sadar latar belakang dan sejarah perjalanan sayur fa cai……Akankah mereka peduli terhadap jalur perjalanan sayur tersebut beserta perjuangan sarat kepedihan yang menyertai para petani pemetiknya?“ [hal 158-159]

Selain itu, Penulis juga cukup cerdik menyelipkan gambaran tentang kemiskinan dan kepedihan hidup masyarakat Zhangjiashu di antara megah dan hebatnya Bangsa China. Sebuah bangsa besar yang sanggup mengeluarkan puluhan miliar yuan hanya untuk mempersolek diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2008.
Share:

1 comment:

  1. Assalamu'alaikum,mau nanya, si Ma Yan nya ini muslim bukan ?

    ReplyDelete

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Think Dinar! - Judul: Think Dinar! | Penulis: Endy J. Kurniawan | Editor: Asma Nadia | Penerbit: *AsmaNadia Publishing* | Terbit: Ketujuh, Juni 2012 | Tebal: xxii + 298 h...
    6 months ago
  • Wonderful Life - Judul: *Wonderful Life* | Penulis: Amalia Prabowo | Penyunting: Hariadhi & Pax Benedanto | Penerbit: POP | Terbit: 2015 | Tebal: 169 hlm | Harga: Rp. 50.00...
    6 months ago
  • [Coretan Iseng] Pena Atau Mesin ?? - Ada petikan menarik dari buku 1Q84 Jilid 1, Kalimat yang persis sama, saat dibaca pada layar mesin ketik elektronik dan dibaca pada kertas, memberi kesan y...
    7 months ago

Popular Posts

Done!

2016 Reading Challenge

2016 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 60 books in 2016!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20