Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Wednesday, February 25, 2009

Kutukan Pitopang


Judul: Kutukan Pitopang
Penulis: Maya Lestari Gf
Editor : Melvi Yendra
Penerbit: Beranda Hikmah
Cetakan: Oktober 2004
Tebal: 186 halaman

phi yang kau kagumi itu adalah sebuah refleksi dari keberadaan Tuhan di alam semesta ini” [hal 128]

Wonderbride terpana dengan penjelasan Hameed tentang keberadaan phi yang dianggap menunjukkan eksistensi Tuhan. Seorang atheis dan ilmuwan yang sangat mempercayai segala yang absolute, akan sangat sulit menerima keberadaan Tuhan. Itulah yang saat ini dirasakan Wonderbride.

Selama ini Wonderbride sangat menyanjung-nyanjung phi. Namun, phi juga lah yang mengantarkannya pada suatu pemikiran bahwa segalanya pasti kembali ke titik nol atau awal. Seperti balon yang mengalami peningkatan daya renggang akibat ditiup terus menerus dan akhirnya DOR! meledak, habis! tiada! NOL! Seperti itu juga phi, 22/7 atau 3.142857142857142857..... Perhatikan enam angka di belakang tanda koma. Enam angka itu lah yang akan terus berulang, yang memperlihatkan angka-angka tersebut akan selalu kembali lagi ke awal.

Begitu juga dengan dunia, tempat Wonderbride berpijak. Dunia yang suatu saat akan hancur dan kembali ke tiada. Pertanyaannya, kemanakah manusia saat itu? Sebuah kenyataan yang membuat keatheisan Wonderbride terancam oleh hal yang sangat dia cintai dalam matematika, yaitu phi.

Kisah di atas adalah salah satu dari kumpulan cerpen Maya Lestari Gf yang terangkum dalam buku berjudul Kutukan Pitopang. Dengan kesederhanaan bahasa, Mbak Maya menuangkan kisah-kisah yang sarat makna.

Miss Marsha, sedikit banyak aku merasakan apa yang ada di kepala dosen kalkulus yang tomboi ini. Standar penilaian masyarakat terkadang memberi beban terhadap sosok jilbaber. Standar penilaian yang selalu mengidentikkan jilbaber dengan kelembutan, kebaikan dan segala kepositifan selayaknya dewa-dewi tanpa dosa. Sebuah "beban" yang disikapi dengan baik oleh dosen yang hobi bergaya ala koboi. Cerita dosen tomboi ini diangkat Mbak Maya dengan tegas tapi tak lupa menyelipkan unsur humor.

Seperti cita-cita penulis yang ingin melahirkan karya-karya berkualitas dan mampu mendidik pembaca, cerpen-cerpen dalam buku ini menyelipkan berbagai pelajaran hidup yang tersampaikan secara jelas. Selain Phi dan Kutukan Pitopang, masih ada 8 cerpen lagi yang masing-masing diharapkan penulis dapat menjadi guru bagi pembacanya.
Share:

1 comment:

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Muslim Produktif - “Secara keseluruhan buku ini berisi tentang memahami bagaimana cara mengatur energi, fokus dan waktu kita agar dapat menjalani kehidupan yang produktif, ...
    1 week ago
  • [Ngoceh Buku] Sirkus Pohon - #NgobrolinBuku #SirkusPohon by #AndreaHirata (279/383) Tersingkaplah misteri kebencian Hobri pada pohon delima yang melibatkan Diana calon pengantinnya y...
    1 week ago
  • Ibu Pendidik Generasi Islam - “… mendidik seorang wanita itu sama saja dengan mendidik sebuah generasi.” ~ Prakata Penerbit Setinggi apapun pendidikan seorang anak, pengaruh besar...
    2 months ago
  • Teruslah Bertanya … - #CeritaBuku #DuniaSophie ​[511/785] ‘Tapi akan selalu menjadi watak dari akal manusia untuk menanyakan dari mana bola itu berasal. Itulah sebabnya mengapa ...
    5 months ago

Popular Posts

Done!

2017 Reading Challenge

2017 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 100 books in 2017!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20