Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Monday, January 12, 2009

Kuukir di Langit Luas

Judul: Kuukir di Langit Luas
Penulis: Sin Soekarsono
Editor: Melvi Yendra
Penerbit: Beranda Hikmah
Cetakan: Maret 2005

Ikhlas, sebuah kata singkat tapi bermakna sangat sangat dalam. Salah satu kunci kesuksesan manusia dalam menapaki kehidupan. Seringkali aku membaca ataupun mendengar statement senada dengan, "Ikhlas itu kata sederhana, tapi merealisasikan amatlah sulit". Dari statement ini sempat muncul pertanyaan, "Kenapa bisa sulit? Apakah mungkin, sebenarnya manusia lah yang membuatnya sulit?" Wallahu'alam...itu hanyalah satu pertanyaan yang kadang mengusik kepalaku pribadi.

Lewat Kuukir di Langit Luas, Bu Sin Soekarsono berusaha menuangkan tentang hakikat keikhlasan. Nenek dari tiga cucu ini, terlihat menuangkan rangkaian kisahnya dengan tenang, dan itu bisa jadi karena usianya yang sudah kenyang dengan asam-manis kehidupan.

Setetes Embun Pagi, satu cerpen yang menjadi terfavoritku kali ini. Kisah diawali tentang pergulatan harga diri seorang wanita sepuh bernama Niah saat dia terpaksa harus menadahkan tangan di salah satu jembatan penyebrangan. Menjadi pengemis, bukan cara yang indah untuk menikmati sisa hidupnya, tapi dia tak memiliki pilihan lagi saat melihat putri satu-satunya selalu mencibir kerentaannya.

Amplop Biru, kisah pencopetan pertama Nano yang membuatnya harus menanggung penyesalan. Yang membuat Nano selalu dibayangi pria yang dompetnya berhasil dicurinya. Perenungan, ketakutan dan penyesalan, tiga hal ini yang diangkat dengan lembut oleh penulis.

Selain cerpen di atas, masih ada 10 cerpen yang sebagian besar mengambil tema keluarga menjadi latar dari cerpen-cerpennya. Mulai dari sudut pandang ibu, bapak maupun anak. Dan tampak sekali kedewasaan Bu Sin dalam menuangkan cerpen- cerpennya.

Hanya saja, ketenangan dan kedewasaan itu malah bisa menjadi bumerang. Karena, cerita menjadi terasa datar, konflik tidak terlalu memuncak, hanya naik sedikit dan semuanya kembali tenang. Tapi, untuk orang yang ingin belajar sedikit tentang keikhlasan, buku ini layak untuk menjadi sasaran.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

What Do You Things?

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Ibu Pendidik Generasi Islam - “… mendidik seorang wanita itu sama saja dengan mendidik sebuah generasi.” ~ Prakata Penerbit Setinggi apapun pendidikan seorang anak, pengaruh besar...
    4 days ago
  • [Ngoceh Buku] Salju Part #3 - #IsiBuku *#SaljuOrhanPamuk* (209/731) . . Semakin berat makna isi dari pemikiran dan dialog Ka, tapi juga semakin menghanyutkan dalam pelitnya konflik. Ma...
    1 week ago
  • Ummu Salamah - “Di antara keutamaan istri-istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah mereka lebih memilih Allah dan Rasul-Nya.” ~ h.19 Berpredikat Ummahatul ...
    3 weeks ago
  • Teruslah Bertanya … - #CeritaBuku #DuniaSophie ​[511/785] ‘Tapi akan selalu menjadi watak dari akal manusia untuk menanyakan dari mana bola itu berasal. Itulah sebabnya mengapa ...
    3 months ago

Popular Posts

Done!

2017 Reading Challenge

2017 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 100 books in 2017!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20